Politik

PDIP Ingatkan Pemerintah: Kekeringan dan Karhutla Jangan Dianggap Bencana Musiman!

PDIP mengingatkan pemerintah daerah memperkuat mitigasi kekeringan dan karhutla serta memastikan pemulihan hutan dan sumber air.

PDIP Ingatkan Pemerintah: Kekeringan dan Karhutla Jangan Dianggap Bencana Musiman!
PDIP mengingatkan pemerintah daerah memperkuat mitigasi kekeringan dan karhutla.

fin.co.id - Kekeringan yang terus berulang di desa-desa dan kebakaran hutan yang melanda sejumlah kawasan pegunungan dan lahan gambut di seluruh Indonesia menjadi alasan penting untuk memperkuat mitigasi bencana.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengingatkan, agar kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak terus diperlakukan sebagai bencana tahunan yang baru ditangani setelah masyarakat kesulitan mendapatkan air atau api telanjur membakar kawasan hutan.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Said Abdullah menilai, pola kejadian yang berulang hampir setiap musim kemarau seharusnya mendorong pemerintah memperkuat langkah pencegahan. Pemerintah daerah (pemda), menurutnya, tidak boleh menunggu sumur mengering atau hutan terbakar sebelum mengambil tindakan.

"Kami prihatin melihat saudara-saudara di berbagai daerah harus menghadapi krisis air, sementara pada saat yang sama kebakaran terjadi di sejumlah kawasan pegunungan," ujar Said, Kamis, 22 Oktober 2026.

Said menjelaskan, desa-desa yang setiap tahun mengalami kekeringan relatif sama sebenarnya sudah dapat dipetakan. Karena itu, penyediaan tangki air memang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan darurat, tetapi pemerintah juga perlu memastikan masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan serupa setiap musim kemarau.

"Bantuan darurat harus berjalan, solusi permanennya juga harus dikerjakan,” kata Said.

PDIP Salurkan Air Bersih dan Bantu Penanganan Karhutla

Selama beberapa bulan terakhir, struktur dan kader PDI Perjuangan telah bergerak di berbagai wilayah untuk membantu masyarakat yang menghadapi kekeringan maupun karhutla. Bantuan tersebut mencakup penyaluran air bersih dan dukungan logistik bagi pihak yang menangani kebakaran.

Di Bojonegoro, Jawa Timur, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Abidin Fikri bersama jaringan partai telah menyalurkan sekitar 262 ribu liter air bersih ke 52 titik terdampak kekeringan. Sementara itu, di Kota Batu, Jawa Timur, struktur PDI Perjuangan membantu memenuhi kebutuhan logistik petugas dan relawan yang menangani kebakaran Gunung Butak.

Said menegaskan, kegiatan para kader tersebut bukan untuk mengambil alih tugas pemerintah. Ia menyebut langkah itu sebagai wujud gotong royong sekaligus kesempatan bagi kader untuk mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, kehadiran partai ketika masyarakat membutuhkan pertolongan harus berjalan beriringan dengan upaya memahami penyebab persoalan yang terus berulang. Jika setiap musim kemarau kader kembali mengirimkan tangki air ke desa yang sama, kondisi tersebut menunjukkan masih ada masalah yang belum terselesaikan.

PDIP Tekankan Pemulihan Hutan dan Perlindungan Sumber Air

Said juga mengingatkan bahwa kekeringan dan karhutla memiliki keterkaitan karena hutan berfungsi sebagai penyangga kehidupan sekaligus daerah tangkapan air. Kerusakan di kawasan hulu dapat berdampak pada masyarakat yang tinggal di wilayah hilir.

"Kalau hulunya rusak, masyarakat di hilir akhirnya menerima dampaknya. Karena itu menjaga lingkungan harus ditempatkan sebagai bagian dari perlindungan terhadap masyarakat,” ujarnya.

Atas dasar itu, Said berharap pemulihan kawasan hutan pascakebakaran menjadi bagian dari penanganan karhutla. Setelah api padam dan kondisi dinyatakan aman, pihak terkait perlu mengevaluasi kerusakan vegetasi, habitat, sumber mata air, serta daerah tangkapan air.

Berita Terkait