Ekonomi . 23/10/2026, 19:31 WIB

Pemerintah Siapkan Stimulus Nataru Rp883,4 Miliar, Tiket Pesawat dan Kapal Diskon 30 Persen

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Pemerintah menyiapkan stimulus transportasi senilai sekitar Rp883,4 miliar untuk mendukung mobilitas masyarakat selama libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Paket kebijakan ini mencakup diskon tiket pesawat, kapal laut, serta layanan penyeberangan untuk menjaga daya beli dan mendorong konsumsi masyarakat pada akhir tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, stimulus Nataru telah disepakati sejak pertengahan 2026 dan diperkirakan memberikan manfaat kepada sekitar 6,6 juta orang.

“Stimulus Nataru, ini sudah disepakati diskon 30 persen daripada tiket, kemudian 30 persen juga untuk kapal, kemudian jasa kepelabuhan juga diberikan spesial harga dari ASDP, kemudian juga PPN ditanggung pemerintah untuk perjalanan udara di dalam negeri,” ujar Airlangga, Jumat, 23 Oktober 2026.

Menurut Airlangga, insentif tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempertahankan daya beli masyarakat sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi hingga penghujung 2026.

Diskon transportasi diharapkan meningkatkan perjalanan masyarakat selama libur panjang. Meningkatnya mobilitas juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap sektor transportasi, pariwisata, dan konsumsi rumah tangga.

Bantuan Pangan dan Subsidi Upah Berlanjut

Selain insentif transportasi, pemerintah menyiapkan sejumlah program bantuan untuk menjaga daya beli masyarakat pada kuartal IV 2026. Program tersebut meliputi bantuan pangan beras, bantuan subsidi upah, serta program satu orang satu rekening.

Untuk bantuan pangan, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,54 triliun bagi 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Setiap keluarga mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan.

Sementara itu, bantuan subsidi upah sebesar Rp300 ribu untuk tiga bulan disiapkan bagi 13,3 juta pekerja. Program ini memiliki alokasi anggaran Rp11,97 triliun, dengan penyaluran sekaligus pada November–Desember 2026.

Rangkaian kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga kemampuan belanja masyarakat, memperkuat konsumsi rumah tangga, dan menopang aktivitas ekonomi menjelang pergantian tahun.

Pemerintah Andalkan Pertumbuhan Ekonomi

Airlangga menyampaikan bahwa berbagai stimulus tersebut dijalankan di tengah kondisi ekonomi nasional yang masih tumbuh positif. Dalam data yang disampaikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,45 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi global yang mencapai 3 persen.

Sejumlah indikator ekonomi lainnya juga disebut menunjukkan kondisi yang relatif terjaga. Indeks manajer pembelian atau Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur berada di level 52,4, sedangkan indeks kepercayaan konsumen tercatat 118,1. Tingkat pengangguran dilaporkan sebesar 4,65 persen.

Dari sisi fiskal, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat sebesar 1,24 persen. Sementara itu, pertumbuhan kredit perbankan mencapai 13,65 persen secara tahunan, dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) sebesar 2,11 persen.

Pemerintah berharap kombinasi stimulus transportasi dan bantuan sosial dapat mempertahankan konsumsi masyarakat serta mendukung kesinambungan pertumbuhan ekonomi hingga memasuki 2027.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com