IHSG Melemah 0,34 Persen ke 5.420,98, Investor Cermati Keputusan Suku Bunga The Fed
IHSG turun 0,34 persen ke 5.420,98 saat investor menanti keputusan suku bunga The Fed dan mencermati ketegangan Timur Tengah.
fin.co.id - Pergerakan IHSG pada Senin, 26 Oktober 2026 masih dibayangi sikap hati-hati investor menjelang keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve atau The Fed. Di tengah penantian tersebut, indeks saham domestik yang sempat dibuka menguat justru berbalik melemah 18,28 poin atau 0,34 persen ke level 5.420,98 pada pukul 09.46 WIB.
Pada waktu yang sama, Indeks LQ45 yang mengukur pergerakan 45 saham unggulan juga turun 2,61 poin atau 0,48 persen ke posisi 544,44. Kondisi ini mencerminkan pergerakan pasar yang cenderung mendatar atau sideways ketika pelaku pasar memilih bersikap wait and see terhadap arah kebijakan moneter AS.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menjelaskan, pergerakan IHSG selanjutnya akan bergantung pada kemampuannya bertahan di level teknikal tertentu.
"Jika IHSG mampu bertahan di atas level 5.424, potensi lanjut menuju resistance 5.520 dan 5.607- 5.631. Namun, jika terjadi profit taking dan IHSG tidak mampu bertahan di atas level 5.424, bisa kembali ke 5.328, IHSG bisa kembali ke support 5.278 atau 5.185,” ujar Liza.
Baca Juga
Keputusan The Fed dan Ketegangan Timur Tengah Jadi Perhatian
Agenda utama yang dicermati investor pekan ini adalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28-29 Oktober 2026. The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya, sehingga pelaku pasar akan menelaah pernyataan resmi bank sentral untuk mencari petunjuk mengenai kemungkinan perubahan kebijakan pada pertemuan Desember 2026.
"Perhatian investor akan tertuju pada pernyataan resmi bank sentral untuk memperoleh petunjuk mengenai kemungkinan perubahan kebijakan pada pertemuan Desember 2026," ujar Liza.
Di luar kebijakan moneter, situasi geopolitik juga menambah ketidakpastian pasar. Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan konflik dengan Iran tidak akan berakhir sebelum kemampuan nuklir Teheran dipastikan dilumpuhkan. Meski demikian, Trump menyebut tidak ada serangan AS pada Minggu (25/10).
Situasi keamanan di kawasan turut menjadi perhatian setelah Kedutaan Besar AS memerintahkan staf non-esensial beserta keluarga mereka meninggalkan Arab Saudi. Perintah tersebut menyusul serangan Houthi yang dilaporkan melibatkan 10 rudal, menyebabkan dua orang terluka, serta menimbulkan kerusakan properti.
Sejumlah negara Teluk mengecam serangan itu. Sementara itu, Iran menilai negosiasi dengan Washington tidak bermakna sebelum tujuh persyaratannya dipenuhi.
Baca Juga
Agenda politik AS berikutnya adalah pemilihan paruh waktu pada 3 November 2026. Pemilihan tersebut akan menentukan komposisi dan kendali Kongres AS.
Laporan Keuangan, Investasi AI, dan Sentimen Domestik
Dari pasar AS, kekhawatiran investor tertuju pada keberlanjutan investasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Perhatian terutama mengarah pada besarnya belanja modal untuk membangun pusat data dan kemampuan perusahaan mempertahankan tingkat pengembalian investasi.
Di tengah kekhawatiran itu, sekitar sepertiga perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500 dijadwalkan mengumumkan laporan keuangan kuartalan pada pekan depan. Perusahaan yang masuk dalam agenda tersebut antara lain Alphabet, Microsoft, dan Amazon.
Meski demikian, prospek laba korporasi masih menjadi penopang pasar. Berdasarkan data LSEG IBES, laba perusahaan S&P 500 diproyeksikan tumbuh lebih dari 32 persen pada kuartal III-2026.