Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas 31 BBTUD, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Bahlil memastikan pemangkasan ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD tetap sesuai kontrak demi memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.
“Selanjutnya kami akan pantau terus perkembangannya secara harian,” katanya.
Pemeliharaan Fasilitas dan Kebutuhan Industri Jadi Pertimbangan
Selain untuk memenuhi kebutuhan energi domestik, penyesuaian ekspor gas juga mempertimbangkan kegiatan pemeliharaan fasilitas produksi. Bahlil menjelaskan, penghentian sementara operasional atau shutdown untuk pemeliharaan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pasokan gas.
Pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan bahan baku bagi industri dalam negeri agar kebutuhan sektor tersebut tetap terpenuhi di tengah dinamika geopolitik global.
“Karena ada terjadi shutdown pemeliharaan, yang kedua adalah memang ada kebutuhan domestik. Bagaimana kebutuhan bahan baku terhadap industri harus selalu ada, dan ini sumbernya adalah dari gas,” ujar Bahlil.
Baca Juga
Ia menambahkan, kebijakan energi pemerintah akan terus mempertimbangkan kepentingan nasional ketika menghadapi ketidakpastian geopolitik global. Langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar ketahanan energi dalam negeri tetap menjadi perhatian.
“Kita sebagai pejabat negara, Bapak Presiden sebagai Presiden, pasti apa yang disampaikan Presiden, semua kementerian mampu menjabarkan dalam konteks menuju survival,” ujar Bahlil.