Internasional . 27/10/2026, 08:53 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Angkatan Udara Kerajaan Yordania melancarkan serangan terhadap sejumlah lokasi persembunyian kelompok teroris di wilayah selatan Suriah. Operasi militer tersebut dilakukan sebagai aksi balasan atas serangan bersenjata di sebuah gereja di Provinsi Al-Karak, Yordania, yang menewaskan delapan orang.
Angkatan bersenjata Yordania menyatakan operasi tersebut dilaksanakan pada Senin, 26 Oktober 2026, dengan nama Jordan Retribution-Hmoud. Serangan itu menyasar tempat-tempat persembunyian teroris yang diduga berkaitan dengan insiden berdarah di Gereja Hamoud.
"Pada Senin 26 Oktober, Angkatan Udara Kerajaan Yordania melakukan operasi khusus yang diberi nama Jordan Retribution-Hmoud, yang menargetkan tempat-tempat persembunyian teroris di selatan Suriah. Operasi tersebut merupakan balasan atas jatuhnya korban jiwa dalam serangan di Gereja Hamoud di Al-Karak Jumat lalu," demikian pernyataan angkatan bersenjata Yordania yang dikutip kantor berita Petra.
Operasi tersebut menjadi respons militer Yordania setelah serangan bersenjata yang menargetkan warga sipil saat upacara pemakaman di sebuah gereja di wilayah selatan negara itu.
Serangan bersenjata terjadi pada Jumat, 23 Oktober 2026, ketika upacara pemakaman berlangsung di sebuah gereja Ortodoks Yunani di Hamoud, Provinsi Al-Karak, Yordania selatan.
Dua pria bersenjata dilaporkan turun dari sebuah mobil dan melepaskan tembakan ke arah orang-orang yang berada di lokasi. Insiden tersebut menewaskan delapan orang dan menyebabkan 27 lainnya mengalami luka-luka.
Kementerian Dalam Negeri Yordania menyebut peristiwa tersebut sebagai serangan teroris yang dilakukan oleh kelompok ekstremis.
Dikutip dari The Guardian, insiden itu terjadi di Karak, sebuah kota yang terletak sekitar 180 kilometer di selatan Amman, ibu kota Yordania. Wilayah tersebut diketahui memiliki populasi minoritas Kristen.
Rekaman yang disiarkan televisi pemerintah Yordania memperlihatkan dua pria yang diduga membawa pistol mendekati gereja sebelum melepaskan tembakan.
Tidak lama kemudian, seorang pria ketiga yang tampak membawa senapan semiotomatis juga ikut menembak. Ketiganya kemudian berlari menuju gereja.
Situasi di dalam bangunan tempat ibadah itu berubah menjadi kepanikan. Rekaman video yang diambil saksi mata memperlihatkan pecahan kaca dan genangan darah di lantai gereja setelah penembakan terjadi.
Serangan tersebut memicu respons dari pemerintah Yordania, yang kemudian melancarkan operasi militer terhadap lokasi persembunyian kelompok teroris di wilayah selatan Suriah.
Melalui operasi Jordan Retribution-Hmoud, Angkatan Udara Kerajaan Yordania menargetkan sejumlah lokasi yang disebut sebagai tempat persembunyian teroris di Suriah bagian selatan.
Pemerintah Yordania menyatakan operasi itu merupakan bentuk balasan atas jatuhnya korban jiwa dalam serangan di Gereja Hamoud.
Meski demikian, rincian mengenai lokasi spesifik yang menjadi sasaran, jumlah korban akibat serangan udara, serta identitas kelompok yang ditargetkan belum dijelaskan dalam keterangan yang tersedia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media