Internasional . 28/10/2026, 05:43 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
Dalam wawancara dengan BBC, ia menyebut tingkat ancaman yang dihadapi Inggris saat ini lebih besar dibandingkan sebagian besar periode hidupnya.
Ia juga menyoroti perkembangan kecerdasan buatan yang dinilai dapat mempermudah pelaku serangan siber menembus sistem pertahanan konvensional.
Pemerintah Inggris turut merujuk pada insiden keamanan perangkat lunak PHP sebagai salah satu contoh pentingnya kesiapsiagaan digital. Kerentanan yang diungkap pada Rabu tersebut mendorong pemerintah dan perusahaan di berbagai negara memperkuat sistem mereka, memicu jutaan upaya peretasan, serta menyebabkan sejumlah layanan terganggu.
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham juga menyerukan agar pemerintah mengambil langkah lebih proaktif dalam menghadapi berbagai keadaan darurat.
Dalam pertemuan mengenai penanganan kebakaran hutan, Burnham mengatakan Inggris sebelumnya berada dalam posisi "kurang siap" karena cenderung terlambat merespons krisis. Ia turut mengumumkan rencana baru penanganan kebakaran hutan, termasuk pengerahan pesawat militer.
"Ini bukan soal panik. Ini soal mengambil langkah-langkah yang masuk akal untuk memastikan ketersediaan sumber daya yang cukup guna membantu Anda bertahan jika terjadi situasi sulit," kata Burnham kepada BBC.
Upaya Inggris tersebut sejalan dengan panduan Komisi Eropa yang diterbitkan pada Maret 2025. Panduan itu mengimbau masyarakat Uni Eropa menyiapkan perlengkapan darurat untuk memenuhi kebutuhan selama 72 jam, termasuk makanan, air, uang tunai, dan power bank.
Langkah-langkah tersebut mencerminkan meningkatnya perhatian pemerintah terhadap kesiapan masyarakat menghadapi kemungkinan gangguan keamanan dan keadaan darurat. Inggris menilai penguatan pertahanan nasional perlu disertai kesiapan rumah tangga dan dunia usaha untuk menghadapi situasi yang tidak terduga. *
Source; Anadolu
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media