Nasional . 28/10/2026, 06:37 WIB

Politisi Singapura Ancam Potong Jalur Internet Indonesia, Menkomdigi RI: Jangan Berpikir Kerdil!

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

Pernyataan Calvin tersebut muncul di tengah pembicaraan mengenai hubungan energi antara Indonesia dan Singapura, khususnya setelah pemerintah Indonesia mengambil kebijakan pengurangan ekspor gas ke negara tetangga itu.

Pengurangan Ekspor Gas Indonesia Jadi Awal Polemik

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pengurangan pasokan gas ke Singapura dilakukan karena kebutuhan dalam negeri meningkat dan terdapat pemeliharaan fasilitas. Kebijakan tersebut, menurut pemerintah, bukan disebabkan oleh konflik dengan Singapura.

Bahlil menyebut total ekspor gas melalui pipa dari wilayah Laut Natuna dan Sumatera ke Singapura mencapai 409,55 MMBTUD. Dari jumlah tersebut, volume yang dikurangi sebesar 31 MMBTUD atau sekitar 8 persen.

Ia menegaskan bahwa pengurangan pasokan tersebut masih berada dalam batas minimum yang diatur dalam kontrak. Dengan demikian, pemerintah menyatakan kebijakan itu tidak melanggar komitmen perjanjian yang berlaku.

"Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, negara kita adalah negara yang menghargai kontrak, aturan. Jadi jangan ajari Indonesia terhadap komitmen untuk menjaga, menghargai kontrak. 31 MM(BTUD) yang kita potong sebagian itu masih dalam batas kontrak minimum. Batas kontrak minimum kita itu adalah sekitar 91-92 (persen), dan kita baru sekitar 8 persen, kecuali kita potong 10 persen, nah itu baru kita melanggar kontrak," ujarnya. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com