Nasional . 29/10/2026, 21:27 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
"Saya pergi ke Majalengka, ada orang kawinan saya mampir. Saya pasti nanya, karena saya mah pemimpin lembur. Saya nanya, modal kawin di mana? Dijawab minjem Rp25 juta. Bayangin. Nyicil kumaha isukan," ujarnya.
Dedi juga meminta masyarakat meninggalkan mentalitas "kajeun tekor asal kasohor" (biar rugi asal terkenal). Ia menilai pola pikir tersebut perlu dihindari agar keluarga tidak terjebak utang konsumtif berkepanjangan dan ketahanan ekonomi rumah tangga tetap terjaga.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media