Nasional . 29/10/2026, 06:34 WIB

Demo di Malioboro Yogyakarta Berujung Ricuh Malam Hari, Massa Lempari Polisi dengan Batu dan Petasan

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Aksi demonstrasi di kawasan Malioboro, Yogyakarta, berujung ricuh pada Rabu malam, 28 Oktober 2026. Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) menyebut kericuhan melibatkan sekelompok massa yang melempar batu, petasan, dan kembang api.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda DIY Kombes Pol Ihsan menduga terdapat dua gelombang massa yang beraksi di kawasan tersebut. Gelombang pertama membubarkan diri dari Titik Nol Kilometer Yogyakarta sekitar pukul 17.30 WIB, sedangkan kelompok yang datang pada malam hari diduga memicu keributan di sekitar Gedung DPRD DIY.

"Tadi sekitar pukul 17.30 WIB (massa aksi) telah membubarkan diri Titik Nol Kilometer Yogyakarta," kata Ihsan saat ditemui di halaman Gedung DPRD DIY, Rabu malam 29 Oktober 2026.

Menurut Ihsan, setelah aksi sore berakhir, sekelompok massa yang tidak dikenal tiba-tiba mendatangi Gedung DPRD DIY. Kelompok tersebut diduga melakukan provokasi dengan melempar petasan dan kembang api ke arah petugas parkir di Jalan Perwakilan.

"Setelah massa membubarkan diri, kami sangat menyayangkan ya, ada sekelompok massa yang tidak dikenal yang tiba-tiba mendatangi Gedung DPRD DIY dan melakukan provokasi dengan melempar petasan dan kembang api," ujarnya.

Insiden tersebut kemudian memicu keributan antara kelompok massa dan petugas parkir. Polisi yang berada di sekitar Gedung DPRD DIY lantas bergerak untuk mengamankan lokasi dan mencegah situasi semakin meluas.

"Melihat keributan tersebut, personel dari kami yang berada di wilayah Gedung DPRD, mengamankan Gedung DPRD, keluar untuk membubarkan agar keributan tidak semakin meluas," katanya.

Ihsan menyebut kelompok massa melakukan perlawanan hingga personel kepolisian harus mundur ke dalam gedung. Setelah itu, massa kembali melakukan pelemparan dengan menggunakan batu, petasan, dan kembang api.

Untuk mengendalikan situasi, polisi kemudian mengerahkan personel Pengendalian Massa (Dalmas) guna mendorong kelompok tersebut keluar dari kawasan Malioboro.

"Atas tindakan anarkis dari massa tadi, kami melakukan upaya pendorongan dengan melibatkan personel dari Dalmas untuk mendorong massa agar dapat keluar dari Malioboro," ujarnya.

Menurut Ihsan, situasi di sekitar Malioboro berhasil diamankan sekitar pukul 22.00 WIB. Personel kepolisian mendorong massa ke arah utara, mulai dari kawasan palang pintu kereta api hingga Jalan Mangkubumi dan Tugu Jogja.

"Kita dorong lagi, sekarang kalau tidak salah posisinya ada di sekitar Mangkubumi, kemudian posisi terakhir di seputaran Tugu Jogja," katanya.

Ihsan menyayangkan kericuhan tersebut karena berpotensi menimbulkan kerusakan fasilitas umum. Polisi juga masih bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya keributan susulan.

"Kami memastikan petugas kami akan terus standby di sini untuk melakukan pengamanan, memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat maupun wisatawan yang ada di seputaran Malioboro," ujarnya. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com