Internasional

Pemilu Israel: Netanyahu Unggul, tetapi Kehilangan Mayoritas Parlemen

Hasil tersebut belum cukup bagi kedua kubu untuk membentuk pemerintahan secara mandiri. Untuk menguasai parlemen yang memiliki 120 kursi, diperlukan dukungan minimal 61 anggota parlemen.

Pemilu Israel: Netanyahu Unggul, tetapi Kehilangan Mayoritas Parlemen
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York. (reuters)

Sebelumnya, Trump telah meminta masyarakat Israel mempertahankan Netanyahu agar kedua pemimpin dapat “menyelesaikan tugas” terkait Iran. Trump juga memuji kinerja Netanyahu dan mengklaim dukungannya turut membantu sang perdana menteri.

“Hasilnya mungkin kemenangan atau seri. Dalam situasi seperti ini, hasil seri pun bisa dianggap sebagai kemenangan, karena ini ibarat permainan catur yang besar,” kata Trump.

Isu keamanan, khususnya ancaman Iran, berpotensi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi arah politik Israel berikutnya. Konfrontasi baru dengan Teheran dapat memperkuat seruan Netanyahu untuk membentuk pemerintahan persatuan, meskipun eskalasi konflik juga akan bergantung pada sikap Washington. *

Dengan belum adanya blok yang mengantongi mayoritas parlemen, hasil pemilu ini belum memberikan kepastian mengenai siapa yang akan memimpin Israel berikutnya. Netanyahu memang unggul dalam penghitungan suara, tetapi kelanjutan kekuasaannya masih ditentukan oleh negosiasi pembentukan koalisi. *

Berita Terkait