Ekonomi . 29/10/2026, 21:08 WIB

Pengangguran Masih 7,22 Juta Orang, Wamenaker Tekankan Pelatihan Kerja Sesuai Kebutuhan Industri

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia tercatat turun menjadi 4,65 persen pada Mei 2026. Meski demikian, jutaan orang masih belum terserap pasar kerja sehingga peningkatan kompetensi tenaga kerja sesuai kebutuhan industri dinilai menjadi salah satu langkah penting.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan perlunya memperluas akses pelatihan kerja yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan layak.

Menurut Afriansyah, pelatihan yang mudah diakses dapat membantu pencari kerja meningkatkan keterampilan dan kompetensi agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

"Kami harapkan dengan pelatihan yang dapat diakses secara terbuka dapat meningkatkan keterampilan dan kompetensi yang selaras dengan dunia industri," ucap Afriansyah kepada wartawan, Kamis, 29 Oktober 2026.

Selain pelatihan, ia menilai akses terhadap informasi pasar kerja dan layanan penempatan tenaga kerja juga perlu diperkuat. Dengan begitu, pencari kerja dapat menemukan peluang yang sesuai dengan kompetensi masing-masing.

"Upaya tersebut didukung oleh standardisasi profesi, peningkatan produktivitas, serta kemitraan dengan dunia usaha," tegas Afriansyah.

Afriansyah juga mengingatkan bahwa akses terhadap pelatihan dan pekerjaan layak harus terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi. Kesempatan tersebut, menurut dia, perlu menjangkau pencari kerja pemula, pekerja aktif, kelompok rentan, hingga penyandang disabilitas.

Ia turut menyoroti pentingnya evaluasi program pelatihan. Evaluasi tersebut tidak cukup hanya mengukur jumlah peserta dan sertifikat yang diterbitkan, tetapi juga perlu melihat perkembangan lulusan setelah menyelesaikan pelatihan.

Indikator yang perlu diperhatikan antara lain kemampuan peserta dalam memperoleh pekerjaan atau membangun usaha secara mandiri.

"Kesempatan mengikuti pelatihan dan memperoleh pekerjaan layak harus terbuka tanpa diskriminasi," tegasnya.

Untuk menyelaraskan kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) juga memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memastikan materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Dengan demikian, peserta diharapkan memiliki keterampilan yang relevan dengan peluang pekerjaan yang tersedia.

"Agenda besar ke depan bertumpu pada perluasan akses, penjagaan inklusivitas, pemastian relevansi, peningkatan mutu, penguatan kolaborasi, serta pengukuran dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat," tutup Afriansyah.

Bianca Khairunnisa/Disway

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com