Nasional

Puluhan Warga Karawang Diduga Keracunan Gas Pabrik, 44 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Sebanyak 44 warga dua desa di Ciampel, Karawang, diduga keracunan gas pabrik dan mengalami sesak napas, mual, pusing, serta batuk.

Puluhan Warga Karawang Diduga Keracunan Gas Pabrik, 44 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Sebanyak 44 warga dua desa di Ciampel, Karawang, diduga keracunan gas pabrik.

fin.co.id - Bau menyengat yang diduga berasal dari reaksi bahan kimia di area luar ruangan sebuah perusahaan di Karawang memicu gangguan kesehatan pada puluhan warga.

Sebanyak 44 orang dari Desa Kutamekar dan Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dilaporkan dibawa ke rumah sakit pada Kamis setelah mengalami sejumlah keluhan.

Warga yang terdampak mulai merasakan pusing, sesak napas, mual, dan batuk-batuk sejak Kamis, 29 Oktober 2026 pagi. Mereka kemudian dibawa ke Rumah Sakit Rosela Karawang sejak Kamis siang untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karawang, Asep Suryana, mengatakan laporan sementara mencatat 44 warga dibawa ke rumah sakit karena diduga mengalami keracunan. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan karena proses penanganan masih berlangsung.

44 Warga Dua Desa Terdampak, Penyebab Masih Diperiksa

Dugaan keracunan tersebut berkaitan dengan gas dari pabrik caustic soda milik salah satu perusahaan manufaktur kertas dan bahan kimia di Karawang. Meski demikian, penyebab pasti munculnya bau menyengat yang diduga memicu gangguan kesehatan warga masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kasi Humas Polresta Karawang, Ipda Muh Asim, menyampaikan bahwa kepolisian terus memantau perkembangan kejadian dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjutinya.

Warga yang mengalami gangguan kesehatan telah memperoleh penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan. Sementara itu, pihak terkait masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah dan kondisi warga yang terdampak.

Asep Suryana menyatakan bahwa penanganan warga menjadi prioritas utama. Informasi mengenai penyebab kejadian belum disampaikan secara lebih terperinci karena proses penanganan masih berjalan.

Hujan Diduga Picu Reaksi Bahan Kimia

Berdasarkan informasi awal yang disampaikan pihak kepolisian, kejadian tersebut diduga berkaitan dengan bahan kimia yang ditemukan tersimpan di area luar ruangan. Hujan yang turun pada Rabu (28/10) malam hingga Kamis dini hari diduga memicu reaksi antara bahan kimia dan air.

Reaksi tersebut diduga menimbulkan bau menyengat yang kemudian tercium oleh warga yang tinggal tidak jauh dari perusahaan. Namun, informasi itu masih bersifat awal dan belum menjadi kesimpulan mengenai penyebab kejadian.

Ipda Muh Asim menegaskan bahwa penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami warga masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan oleh instansi teknis. Sementara proses pemeriksaan berlangsung, pemantauan kondisi warga dan pendataan terhadap mereka yang terdampak masih dilakukan.

Berita Terkait