Politik

Garuda Indonesia Terus Merugi, Legislator PKB Desak Pembenahan Menyeluruh

Legislator PKB mendesak transformasi besar-besaran Garuda Indonesia untuk memperbaiki keuangan dan efisiensi operasional.

Garuda Indonesia Terus Merugi, Legislator PKB Desak Pembenahan Menyeluruh
Legislator PKB mendesak transformasi besar-besaran Garuda Indonesia.

fin.co.id - Kerugian yang masih membayangi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menuntut pembenahan menyeluruh agar maskapai nasional tersebut dapat kembali memiliki kondisi bisnis yang sehat.

Perbaikan tidak cukup dilakukan dengan memangkas biaya, tetapi harus mencakup pengelolaan armada, pemilihan rute penerbangan, strategi bisnis, hingga peningkatan kualitas layanan.

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Rivqy Abdul Halim atau Gus Rivqy, menilai kondisi keuangan Garuda Indonesia harus menjadi momentum untuk menjalankan transformasi besar-besaran.

Menurutnya, penguatan fundamental keuangan dan efisiensi operasional menjadi bagian penting dalam proses pembenahan perusahaan.

"Garuda Indonesia harus melakukan transformasi besar-besaran dengan memperbaiki fundamental keuangan dan meningkatkan efisiensi operasional. Optimalisasi armada, selektif dalam pemilihan rute, serta penajaman strategi bisnis sesuai kebutuhan pelanggan harus menjadi prioritas," ujar Rivqy, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Optimalisasi Armada dan Evaluasi Rute Penerbangan

Gus Rivqy menilai pembenahan Garuda Indonesia harus menyentuh berbagai aspek perusahaan, bukan sekadar dilakukan melalui kebijakan parsial. Struktur keuangan, pengelolaan armada, strategi bisnis, dan efektivitas operasional perlu menjadi bagian dari agenda transformasi.

Ia juga meminta manajemen mempertimbangkan tingkat keterisian penumpang, potensi pasar, serta kontribusi keuntungan setiap rute sebelum menentukan jaringan penerbangan. Pertimbangan tersebut diperlukan agar penggunaan armada dan operasional perusahaan lebih efektif serta tidak menambah beban keuangan.

Di sisi lain, Gus Rivqy mengingatkan bahwa Garuda Indonesia memiliki tanggung jawab strategis sebagai maskapai nasional. Perusahaan penerbangan tersebut tidak hanya menjalankan kegiatan komersial, tetapi juga berperan memperkuat konektivitas antardaerah dan mendukung mobilitas masyarakat.

"Posisi Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional sangatlah strategis. Garuda memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas antardaerah, menjadi sarana mobilisasi masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," tambahnya.

Transformasi Harus Tetap Menjaga Kualitas Pelayanan

Menurut Gus Rivqy, agenda pembenahan perusahaan harus berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat. Upaya meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional tidak boleh mengabaikan kebutuhan penumpang terhadap layanan penerbangan yang lebih baik, aman, dan terjangkau.

Ia turut menekankan perlunya kepemimpinan serta manajemen yang mampu menyusun target kinerja secara terukur. Perusahaan juga perlu melakukan evaluasi berkala untuk memastikan setiap kebijakan transformasi berjalan efektif dan memberikan dampak nyata terhadap kesehatan keuangan Garuda Indonesia.

Selain pembenahan internal, manajemen perlu memulihkan kepercayaan publik. Langkah tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas pelayanan, transparansi pengelolaan perusahaan, serta konsistensi dalam menjalankan strategi perbaikan bisnis.

"Garuda harus semakin sehat secara bisnis, efisien dalam operasional, dan tetap memberikan pelayanan yang layak kepada masyarakat. Transformasi ini harus menghasilkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sehingga Garuda benar-benar bisa kembali menjadi kebanggaan penerbangan nasional," pungkasnya.

Berita Terkait