Politik

Puan Ingatkan Demokrasi Tak Cukup Sekadar Hak Memilih dan Dipilih, Lalu?

Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan bahwa demokrasi tidak boleh hanya dimaknai sebagai kebebasan masyarakat dalam menentukan pilihan politik.

Puan Ingatkan Demokrasi Tak Cukup Sekadar Hak Memilih dan Dipilih, Lalu?
Ketua DPR RI Puan Maharani. FOTO: DPR

fin.co.id - Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan bahwa demokrasi tidak boleh hanya dimaknai sebagai kebebasan masyarakat dalam menentukan pilihan politik. Lebih dari itu, demokrasi harus mampu memberikan dampak nyata berupa pemerataan keadilan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia berpandangan, demokrasi dalam bidang politik perlu berjalan selaras dengan demokrasi di sektor ekonomi.

“Demokrasi politik berjalan seiring dengan demokrasi ekonomi sehingga kedaulatan rakyat benar-benar bermuara pada keadilan sosial dan kesejahteraan seluruh rakyat,” katanya dikutip, Selasa, 3 November 2026.

Puan menjelaskan, pengakuan terhadap prinsip kedaulatan rakyat belum cukup untuk menjamin terciptanya sistem demokrasi yang ideal. Sebab, masih terdapat berbagai persoalan, seperti kesenjangan ekonomi, sosial, hingga akses informasi yang dapat menghambat masyarakat dalam menjalankan hak-hak demokratisnya.

Ia turut mengingatkan adanya potensi konsentrasi kekuatan ekonomi yang kemudian bertransformasi menjadi pengaruh politik. Apabila kekuatan tersebut digunakan untuk mengakomodasi kepentingan kelompok tertentu, prinsip demokrasi yang seharusnya berpihak kepada masyarakat luas dapat terancam.

Di sisi lain, Puan menilai perkembangan teknologi digital juga membawa tantangan tersendiri bagi keberlangsungan demokrasi. Menurutnya, kemajuan teknologi informasi tidak serta-merta membuat kehidupan demokratis menjadi lebih baik.

Sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian meliputi kendali atas data, algoritma, platform digital, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), hingga infrastruktur teknologi.

Puan mempertanyakan bagaimana penguasaan terhadap berbagai teknologi tersebut berlangsung, siapa saja yang mendapatkan keuntungan secara ekonomi, serta bagaimana sistem pengawasan terhadap keputusan algoritma yang kini semakin berpengaruh terhadap kehidupan publik.

Lebih lanjut, ia menyebut persoalan utama demokrasi bukan sebatas memastikan bahwa sumber kekuasaan berasal dari rakyat. Hal yang tidak kalah penting adalah memberikan ruang bagi masyarakat untuk menentukan arah masa depan mereka sekaligus memperoleh manfaat dari hasil pembangunan.

Atas dasar itu, Puan mengajak seluruh komponen bangsa memperkuat kolaborasi agar demokrasi politik dan demokrasi ekonomi dapat berkembang secara beriringan.

“Di forum yang strategis ini, izinkan saya mengajak kita semua kembali memperkuat gagasan yang sebenarnya sudah menjadi tekad bangsa Indonesia sejak awal penyusunan kemerdekaan, yaitu demokrasi yang kita inginkan adalah demokrasi yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial,” pungkasnya.

Berita Terkait