Listyo Sigit: Eks Kapolri Kelahiran Ambon, Dekat dengan Jokowi, Kini Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan HP Presiden Prabowo
Listyo bukan sosok baru di lingkaran kekuasaan. Kariernya di kepolisian mengalami perkembangan pesat setelah dipercaya menjadi ajudan Jokowi pada 2014.
Dua tahun kemudian, ia mendapat kepercayaan menduduki jabatan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri.
Pada Desember 2019, Listyo kembali mendapatkan posisi strategis dengan ditunjuk sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.
Jabatan tersebut membuatnya semakin diperhitungkan dalam jajaran perwira tinggi kepolisian.
Jokowi Tunjuk Listyo Sigit Jadi Kapolri
Puncak perjalanan karier Listyo terjadi pada awal 2021. Presiden Jokowi mengajukan namanya sebagai calon tunggal Kapolri untuk menggantikan Jenderal Idham Azis yang memasuki masa pensiun.
Baca Juga
DPR RI kemudian menyetujui pencalonan tersebut melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatutan.
Pada 27 Januari 2021, Jokowi resmi melantik Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri ke-25.
Pengangkatan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan kariernya. Listyo yang sebelumnya pernah menjadi ajudan Jokowi kini dipercaya memimpin seluruh institusi kepolisian Indonesia.
Selama menjabat Kapolri, ia membawa konsep transformasi Polri Presisi, singkatan dari prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.
Ia memimpin institusi Polri selama sekitar lima tahun delapan bulan.
Baca Juga
Jadi Kepala Staf Kepresidenan Prabowo
Setelah pemerintahan berganti dari Jokowi ke Prabowo, posisi Listyo sebagai Kapolri masih bertahan hingga 2026.
Namun, pada Oktober 2026, ia tidak lagi memimpin Korps Bhayangkara. Presiden Prabowo menunjuk Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri penggantinya.
Listyo kemudian mendapatkan penugasan baru di lingkungan Istana dengan menduduki jabatan Kepala Staf Kepresidenan.
Berdasarkan informasi Kantor Staf Presiden, Listyo resmi menjabat KSP pada 5 Oktober 2026, menggantikan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.