Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun, Spekulasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Makin Besar
Dolar AS terus menguat dipicu lonjakan harga minyak dan spekulasi kenaikan suku bunga The Fed akibat konflik Iran.
Dolar AS terus menguat dipicu lonjakan harga minyak dan spekulasi kenaikan suku bunga The Fed akibat konflik Iran.
Pemerintah mulai menyusun berbagai asumsi strategis untuk mendukung penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Harga minyak Brent naik di atas 80 dolar AS setelah perundingan penting AS-Iran batal dan serangan baru berkecamuk di Lebanon.
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.813 per dolar AS Senin pagi. Konflik Timur Tengah dan lonjakan harga minyak mentah picu lesunya mata uang Asia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai defisit neraca dagang RI Mei 2026 sebesar 1,61 miliar dolar AS dipicu lonjakan impor migas.
IHSG Senin pagi dibuka turun ke 6.185. Pelaku pasar mengambil sikap wait and see usai pengunduran diri Gubernur BI dan menanti rapat The Fed.
Melandainya harga minyak memberi amunisi bagi rupiah. Namun, proyeksi defisit dagang dan data inflasi BPS siap menguji kurs mata uang hari ini.
Rupiah menguat tipis ke Rp17.690 per dolar AS seiring harga minyak global yang turun dan mata uang kawasan mayoritas menguat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajukan anggaran subsidi listrik sebesar Rp117,84 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.