Perang Timur Tengah Memanas! Iran Tembak Jatuh Pesawat Pengisian BBM AS di Irak
Iran mengklaim telah menembak jatuh sebuah pesawat pengisian bahan bakar milik militer Amerika Serikat di wilayah Irak barat
Iran mengklaim telah menembak jatuh sebuah pesawat pengisian bahan bakar milik militer Amerika Serikat di wilayah Irak barat
Jenderal Top AS, Dan Caine mengatakan, meski Iran telah melancarkan serangan besar-besaran, namun ia menyebut Iran tidak lebih tangguh dari yang diperkirakan.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah kapal milik Iran yang diduga digunakan untuk menebar ranjau laut di sekitar Selat Hormuz.
Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan hadiah besar bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi mengenai lokasi sejumlah tokoh penting Iran. Nilainya mencapai hingga 10 juta dolar AS atau sekitar Rp169,5 miliar.
Presiden AS Donald Trump mengatakan, Iran “sebaiknya segera serius” terlibat dalam pembicaraan dengan AS untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Situasi konflik di Timur Tengah semakin memanas setelah ibu kota Iran, Teheran, mengalami pemadaman listrik besar-besaran akibat serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Teheran mengklaim berhasil menjatuhkan dua pesawat tempur militer AS dalam satu hari, Jumat 3 Maret 2026.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras kepada China setelah laporan intelijen Washington mengungkap dugaan rencana Beijing untuk mengirimkan sistem persenjataan kepada Iran.
Iran kembali menutup Selat Hormuz per 18 April 2026 setelah AS menolak mencabut blokade laut. Harga minyak dunia terancam meroket.
Pasukan Iran dilaporkan meluncurkan serangan drone terhadap sejumlah kapal AS pada Minggu, 20 April 2026, sebagai respons atas tindakan militer AS yang disebut menahan dan mencegat kapal Iran di wilayah Teluk Oman.
Pemerintah Iran secara resmi menolak untuk mengikuti putaran kedua perundingan dengan Amerika Serikat . Keputusan ini menandai semakin memanasnya hubungan kedua negara yang sudah lama berada dalam ketegangan.
Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran guna memfasilitasi mediasi Pakistan. Simak update terkini mengenai blokade laut dan negosiasi nuklir.
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran semakin menunjukkan dampak serius, tidak hanya di medan perang tetapi juga terhadap kekuatan militer dan ekonomi global.
Iran dikabarkan telah mengajukan proposal perdamaian berisi 14 poin sebagai upaya menghentikan konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah Iran melancarkan serangan terhadap kapal-kapal milik Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab pada Senin (4/5/2026)
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah kedua pihak saling melontarkan klaim terkait insiden militer di kawasan Selat Hormuz.
Pembicaraan damai Iran-AS tunjukkan tanda baik. Namun, kendali Selat Hormuz & uranium masih jadi ganjalan utama yang picu inflasi global.
Iran menyatakan tidak mempercayai AS setelah Donald Trump perketat draf damai. Teheran tuntut aset $12 miliar cair sebelum bahas program nuklir.
Teheran sebelumnya terlibat dalam negosiasi dengan AS ketika Washington mendukung serangan Israel terhadap Iran
Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Larijani mengatakan, Teheran sedang meninjau pesan dari Washington terkait kemungkinan dimulainya kembali perundingan nuklir, menurut media Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengirim surat resmi kepada pejabat tinggi PBB yang berisi tudingan bahwa Amerika Serikat berada di balik serangan Israel terhadap Iran.