Ekonom Ingatkan Dampak Perang Iran–AS-Israel: Harga BBM Berpotensi Naik
Ketegangan konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel masih menjadi perhatian banyak pihak.
Ketegangan konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel masih menjadi perhatian banyak pihak.
Iran bantah keras isu upaya komunikasi dengan Amerika Serikat dan sebut laporan media Axios sebagai kebohongan murni di tengah agresi militer yang kian memanas.
Sebagian besar negara NATO telah memberi tahu Amerika Serikat (AS) bahwa mereka tidak ingin terlibat dalam perang dengan Iran.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Iran mengklaim berhasil menargetkan jet tempur F-15 milik pihak yang disebut sebagai agresor AS-Israel.
Upaya Washington membentuk “koalisi pembuka blokade” di Selat Hormuz ternyata tidak berjalan mulus. Sejumlah negara besar seperti Inggris, Jerman, Prancis, Italia, hingga Jepang secara tegas menolak terlibat.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat memuncak setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ultimatum keras terkait Selat Hormuz. Teheran pun tak tinggal diam dan langsung merespons dengan ancaman balasan yang tak kalah tajam.
Perkembangan mengejutkan muncul dari insiden ledakan yang terjadi di Bahrain pada 9 Maret 2026. Serangan yang sebelumnya dituding sebagai bagian dari balasan Iran kini disebut-sebut sebagai operasi “false flag”.
Donald Trump tunda serangan ke infrastruktur energi Iran selama 5 hari. Simak dampak negosiasi ini terhadap eskalasi Timur Tengah dan pasar global.
Iran dengan tegas membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang mengklaim bahwa ada negosiasi dengan Teheran.
Mayor Jenderal Ali Abdollahi menyebut Amerika Serikat terjebak dalam perang melawan Iran. Presiden Trump dikabarkan mulai mencari bantuan negara lain untuk keluar.
Di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah, Amerika Serikat dilaporkan telah mengirimkan proposal berisi 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri perang yang kini telah memasuki minggu keempat.
Iran menolak segala bentuk negosiasi dengan AS. Iran menekankan, bahwa mereka tidak akan berdamai dengan pemerintah AS, menurut kantor berita resmi IRNA.
Iran resmi merespons 15 poin proposal Amerika Serikat melalui perantara. Teheran menuntut penghentian aksi pembunuhan, kompensasi perang, dan pengakuan kedaulatan Selat Hormuz.
kepala badan intelijen eksternal India, A.S. Dulat, menyatakan bahwa Amerika Serikat saat ini belum siap melakukan invasi darat ke Iran.
Utusan Khusus AS, Steve Witkoff mengatakan, pertemuan dengan Iran diperkirakan berlangsung "pekan ini”. Ia juga menyebut, Trump ingin “kesepakatan damai”.
Hingga kini Iran belum membuka saluran komunikasi langsung dengan Amerika Serikat (AS). Iran hanya menerima pesan dari negara atau pihak perantara.
Iran mengancam akan mengungkap identitas para aktor keuangan di Amerika Serikat yang diduga berada di balik kebijakan militer Washington terhadap Teheran.
Pemerintah Iran secara tegas menutup pintu bagi wacana gencatan senjata dengan Amerika Serikat. Teheran khawatir, jeda pertempuran hanya akan dimanfaatkan oleh pihak musuh untuk mengonsolidasikan kekuatan dan kembali melancarkan agresi di masa depan.
Presiden Donald Trump memperluas ancaman serangan terhadap seluruh infrastruktur sipil Iran jika kesepakatan buntu. Israel turut menggempur kilang gas South Pars.
Kepala organisasi intelijen Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Majid Khademi, dilaporkan tewas dalam serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Iran mengajukan syarat kompensasi kerusakan perang untuk membuka Selat Hormuz. Rezim Teheran juga mengancam bakal menerapkan sistem tarif bagi kapal AS dan Israel.