fin.co.id - Pekerjaan besar Tol Probolinggo-Banyuwangi Paket II yang dikerjakan oleh KSO HKI-Acset-NK kini mencapai progres 81,91%.
Proyek yang membentang sepanjang 11,20 km ini diharapkan dapat mempercepat distribusi logistik dan meningkatkan perekonomian di Jawa Timur.
Dengan teknologi canggih seperti Deep Cement Mixing (DCM) dan Building Information Modelling (BIM), pembangunan tol ini kini memasuki tahap akhir.
Proyek yang menghubungkan Kraksaan hingga Paiton ini sudah terhubung dengan tol Gending – Kraksaan, yang telah berfungsi penuh pada liburan Natal dan Tahun Baru 2024.
Dengan adanya interchange Paiton, pengguna tol akan lebih mudah masuk dan keluar di area tersebut.
Inovasi Teknologi di Pembangunan Tol Probolinggo-Banyuwangi
KSO HKI-Acset-NK menggunakan metode Deep Cement Mixing (DCM) dalam konstruksi untuk mengatasi tantangan tanah yang tidak stabil.
DCM menjadi terobosan baru dalam pembangunan jalan tol yang mengoptimalkan kekuatan tanah dasar. Ini menjadi salah satu yang pertama diimplementasikan dalam proyek tol, yang biasanya lebih banyak diterapkan untuk pekerjaan gedung.
Selain itu, proyek ini juga menggunakan teknologi Building Information Modelling (BIM), yang bekerja sama dengan LiDAR untuk mendapatkan pemetaan topografi dan model 3D dari area yang akan dibangun.
Dengan adanya teknologi ini, setiap detail konstruksi dapat diperhitungkan dengan matang, sehingga risiko kesalahan dan pemborosan bisa diminimalisasi. Proses pembangunan pun jadi lebih efektif dan efisien.
Meningkatkan Konektivitas dan Ekonomi Jawa Timur
Begitu Tol Probolinggo-Banyuwangi dioperasikan, ekonomi Jawa Timur akan mendapat dorongan besar. Distribusi logistik yang lebih cepat akan membuat barang-barang lebih mudah bergerak antara Probolinggo, Banyuwangi, dan kota-kota lainnya di Jawa Timur.
Ini tentu akan memberi dampak positif bagi pengusaha lokal dan sektor-sektor ekonomi lainnya.
Proyek ini juga menjadi jalan tol yang sangat dibutuhkan untuk mendukung infrastruktur transportasi di Jawa Timur, yang selama ini masih bergantung pada jalan biasa.
Dengan kecepatan tinggi hingga 100 km/jam yang direncanakan, perjalanan antar kota akan lebih cepat dan efisien.