Diduga Merekayasa, Amar Tehuayo Ditantang Tunjukan Rekaman CCTV Perusakan Sasi Adat di Siang Hari

news.fin.co.id - 21/02/2025, 14:01 WIB

Diduga Merekayasa, Amar Tehuayo Ditantang Tunjukan Rekaman CCTV Perusakan Sasi Adat di Siang Hari

Amar Kadafi Tehuayo (kanan) saat konferensi pers (tangkapan layar)

fin.co.id -  PT Waragonda Mineral Pratama (WMP) ditantang untuk menunjukkan video rekaman CCTV pembongkaran palang sasi adat yang menjadi pemicu pembakaran perusahaan tersebut di Negeri Haya pada Minggu malam lalu, 16 Februari 2025.

Sebab sebelumnya, Pelaksana Teknik Tambang PT Waragonda, Amar Kadafi Tehuayo, membantah karyawannya membongkar palang sasi adat tersebut. Sebagai buktinya, Amar menunjukkan rekaman CCTV pada Minggu malam saat pembakaran.

Dalam rekaman yang diperlihatkan kepada wartawan dalam konferensi pers di Masohi beberapa waktu lalu, terlihat palang sasi itu masih utuh. Amar mengklaim bahwa sasi adat itu terbongkar dengan sendirinya saat belasan warga masuk dan membakar sejumlah fasilitas kantor PT Waragonda.

Advertisement

"Jadi, pada saat penyerangan, dari awal itu sasi masih utuh. Pada saat massa masuk, sasi rubuh sendiri karena massa. Jadi dilihat dari video CCTV sendiri. Ada CCTV kedua yang memperlihatkan penyerangan itu, sasi jatuh," ujar Amar.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Maluku Tengah, Hidayat Samalehu, mengaku heran dengan apa yang disampaikan Amar Tehuayo tersebut. Pasalnya, beberapa bukti foto yang diambil oleh warga menunjukkan bahwa palang sasi adat itu dibongkar pada Minggu siang sekitar pukul 14.45 WIT. Namun anehnya, dalam rekaman CCTV pada malam hari yang diperlihatkan, palang sasi adat itu kembali berdiri utuh.

Warga Haya Bantah Bukti CCTV PT Waragonda: Manipulasi Fakta, Sasi Adat Dirusak Sejak Siang Hari!

Sasi adat sebelum dan sesudah (dok warga)

"Pada siang hari tanggal 16 Februari 2025 jam 14.45 WIT, ada warga yang mengambil gambar, sudah terlihat palang sasi adat itu dibongkar dan berjatuhan di tanah. Sebenarnya ini ada apa? Kok bisa ada aksi dari masyarakat, kemudian tiba-tiba palang sasi sudah berdiri lagi? Pertanyaannya, siapa yang memperbaiki sasi adat itu?" kata Samalehu lewat keterangan tertulis, dikutip pada Jumat, 21 Februari 2025.

Samalehu mengatakan, seharusnya Amar Tehuayo menunjukkan video rekaman CCTV itu secara utuh sejak siang hari hingga malam hari. Dia menilai Amar Tehuayo diduga sengaja merekayasa peristiwa untuk menyudutkan warga adat Haya.

"Bukan menunjukkan video sepotong yang sangat menyudutkan masyarakat adat Negeri Haya, seakan-akan masyarakat merekayasa semuanya. Ini sangat janggal sekali, dan kita tantang perusahaan untuk menunjukkan semua CCTV dari awal sasi sampai aksi tersebut. Dugaan kami ada rekayasa yang dilakukan pihak perusahaan dalam kasus ini," ujar Samalehu.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Malteng ini juga mengatakan, oknum karyawan PT Waragonda yang merusak palang sasi adat itu terlihat membongkar palang sasi adat sambil melontarkan perkataan provokatif yang bernada menantang.

"Adanya warga yang melihat salah satu pegawai perusahaan merusak sasi adat, dan ketika warga melihat aksinya, ada suara yang dikeluarkan oleh diduga pelaku perusakan sasi adat itu dengan teriakan 'kamong mau apa'. Oleh karena itu, pernyataan saudara Amar ini sangat berbeda jauh dengan fakta yang ada," pungkasnya.

Advertisement

Sebelumnya, salah satu warga Negeri Haya, Aimar Lestaluhu, mengatakan bahwa PT Waragonda telah melakukan manipulasi fakta. Sebab, foto yang diambil oleh warga terlihat jelas dalam keterangan metadata menunjukkan palang dirusak pada pukul 14.43 WIT tanggal 16 Februari 2025.

"Salah satu unsur pimpinan PT Waragonda menyampaikan bahwa sasi adat dan palang masih terpasang sampai malam hari, di mana masyarakat adat datang dan terjadi pembakaran. Sungguh merupakan manipulasi fakta," kata Aimar Lestaluhu lewat keterangan tertulis kepada fin.co.id, Selasa, 18 Februari 2025.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Penulis FIN.CO.ID