fin.co.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memberikan pembekalan bagi para tim Aju bantuan kemanusiaan untuk Myanmar. Adapun Tim aju bakal diberangkatkan menggunakan pesawat Hercules dari Bandara Halim Perdana Kusuma pada Selasa 1 April 2025, sore.
“Secara resmi dilepas pakai Hercules dari Halim, kemudian ke Banda Aceh kemudian Naypyidaw. Besok langsung ke tempat sasaran, karena tim lengkap maka langsung dibagi penugasannya,” kata Suharyanto.
Ini merupakan respons dari hasil rapat tingkat menteri yang membahas bantuan kemanusiaan dari pemerintah Indonesia untuk Myanmar pascagempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Myanmar. Dia mengapresiasi tim aju yang bersedia bertugas meninggalkan keluarga di tengah suasana lebaran.
“Di tengah-tengah masyarakat merayakan Idul Fitri dengan keluarga, waktu kita merayakan dengan keluarga sangat terbatas, karena harus bertugas” kata Suharyanto.
Pemberangkatan Tim Aju bertujuan untuk memonitor dan berkoordinasi di lokasi terdampak terkait kebutuhan bantuan tenaga profesional ataupun bantuan logistik peralatan. Sehingga harapannya bantuan dari Pemerintah Indonesia untuk Myanmar dapat tepat sasaran.
“Hari ini akan segera berangkat membantu penanganan di Myanmar,” lanjutnya.
Suharyanto memotivasi para Tim Aju yang berisikan perwakilan BNPB, Basarnas, TNI, kementerian dan lembaga terkait lainnya.
“Berdasarkan pengalaman di tempat lain, tahun 2023 (bantuan kemanusiaan) Turkiye dan Suriah. Memberangkatkan tim dengan cuaca yang dingin sekali, itu bisa melaksanakan tugas dengan baik,” tuturnya.
“Saya optimistis tim sekarang lebih siap. Semua jadi satu tim, jadi satu kesatuan, semua mengerjakan bersama-sama,” pungkas Suharyanto.
Untuk diketahui, bantuan kemanusiaan ke Myanmar ini merupakan bantuan yang kesekian kalinya. Terakhir kali Pemerintah Indonesia memberikan dukungan logistik kebutuhan dasar sejumlah 45 ton senilai tidak kurang dari Rp7,8 milliar pada Juni 2023 pascaditerjang Siklon Mocha.
(Cahyono)