fin.co.id — Kepadatan arus balik Lebaran mulai terasa di ruas jalan Tol Cipali, Minggu, 6 April 2025. Sejak pukul 00.00 hingga 12.00 WIB, tercatat sebanyak 64.200 kendaraan bergerak dari arah Cirebon menuju Jakarta, dengan rata-rata volume kendaraan mencapai 5.300 unit per jam.
Angka tersebut disampaikan oleh Ardam Rafif Trisilo selaku Sustainability Management & Corporate Communications Department Head Astra Tol Cipali. Menurutnya, lonjakan volume kendaraan ini merupakan bagian dari arus balik Lebaran yang diperkirakan terus meningkat hingga malam hari.
“Per pukul 12 siang, total sudah ada 64,2 ribu kendaraan yang melintasi jalan Tol Cipali ke arah Jakarta. Rata-ratanya sekitar 5,3 ribu kendaraan per jam,” ungkap Ardam di Subang.
Untuk mengantisipasi kemacetan, pihak pengelola masih memberlakukan sistem rekayasa lalu lintas one way di sepanjang Tol Cipali. Dengan diberlakukannya sistem satu arah ini, kendaraan dari arah Jakarta menuju Cirebon dialihkan keluar tol dan diarahkan ke jalur Pantura.
Ardam juga mengingatkan pengguna jalan untuk tidak terlalu lama singgah di rest area. “Gunakan rest area seperlunya, maksimal 30 menit. Kalau butuh istirahat lebih lama, sebaiknya keluar tol lewat gerbang terdekat,” jelasnya.
Tidak hanya di Cipali, rekayasa lalu lintas juga diterapkan di ruas Tol Jakarta-Cikampek. Menurut VP Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT), Ria Marlinda Paallo, sistem contraflow dua lajur mulai diberlakukan dari KM 70 hingga KM 36 arah Jakarta, guna mendukung kelancaran arus balik dari wilayah Timur Jawa.
PT JTT juga memastikan operasional Gerbang Tol Cikampek Utama berjalan penuh dengan total 34 gardu dan dukungan 17 mobile reader yang disiagakan untuk mempercepat transaksi kendaraan dari arah Trans Jawa ke Jabodetabek.
Selain itu, diberlakukan juga rekayasa lalu lintas one way nasional mulai dari KM 414 GT Kalikangkung Tol Batang-Semarang hingga KM 70 Tol Jakarta-Cikampek. Kendaraan dari arah Jakarta ke arah timur dialihkan keluar Dawuan melalui GT Kalihurip 1 KM 68.
Dengan kombinasi pengaturan one way dan contraflow ini, diharapkan kepadatan lalu lintas selama masa arus balik dapat terkendali. Pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada, mengikuti petunjuk petugas di lapangan, serta memastikan kondisi kendaraan tetap prima selama perjalanan. (*)