Nasional . 23/04/2025, 19:06 WIB

Pengakuan Pemain Sirkus Taman Safari: Tak Tahu Orang Tua, Disiksa dan Dilecehkan

Penulis : Khanif Lutfi  |  Editor : Khanif Lutfi

Ia menceritakan saat bekerja di OCI, dirinya menemukan surat kelahirannya. Dari situlah, dia berniat untuk mencari orang tuanya.

"Saya tahun 1975 dengan kakak saya. Saya menemukan orang tua itu bukan dari mereka. Karena saya menemukan surat itu tadi ya. Surat seperti kelahiran gitu. Saya mencari orang tua saya di tahun 1987," jelas dia.

Dia menceritakan dirinya bisa bertemu dengan orang tuanya saat tampil sirkus di lapangan Bekasi. 

Saat itu, ceritanya, orang tuanya itu mendengar bahwa ada sirkus. Karena itu, orang tuanya menghadiri acara sirkus itu.

"Kan mama saya orang Bekasi. Saya tinggalnya di Bekasi. Nah terus begitu keluarga saya mendengar. Ada yang mencari. Akhirnya datanglah ke lapangan. Pada saat itu sirkusnya sudah akan pindah dua hari lagi. Akhirnya datang dan menemui saya gitu kan," tukasnya.

Meski telah bertemu dengan keluarganya, Yuli mengaku tetap bermain sirkus di OCI. Singkat cerita, pada tahun 1986 dia mengaku sempat kabur. 

Sayangnya, pelarian Yuli itu terciduk oleh pemilik OCI, Frans Manangsang. Bahkan, dia mengaku Frans juga ingin melakukan pelecehan terhadapnya.

"Ketahuan kan sama si Frans. Saya dipukulin. Dipukulin sampai kita dilakukan pelecehan. Saya disuruh buka baju di situ. Tapi saya nggak sampai diapa-apain. Karena saya terselamatkan oleh jamnya pertunjukan untuk saya. Tapi teman saya Eva itu sampai dilakukan pelecehan seksual sama si Frans," imbuhnya. (Anisha Aprilia)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com