Israel Serang Bandara Utama Yaman, Jamaah Haji Batal Berangkat

news.fin.co.id - 30/05/2025, 09:46 WIB

Israel Serang Bandara Utama Yaman, Jamaah Haji Batal Berangkat

Serangan Israel/ANTARA/Anadolu/PY

fin.co.id - Pasukan militer Israel meluncurkan serangan terhadap bandara utama di Sanaa, ibu kota Yaman. Aksi ini dilakukan sebagai tanggapan atas dua proyektil yang diluncurkan oleh kelompok pemberontak Houthi ke wilayah Israel sehari sebelumnya.

Media milik kelompok Houthi, Al Masirah TV, melaporkan pada Rabu bahwa sebanyak empat serangan menghantam landasan pacu di bandara tersebut.

Khaled al-Shaief, Direktur Jenderal Bandara Internasional Sanaa, menyampaikan lewat platform X bahwa serangan tersebut mengganggu penerbangan sipil Yemenia Airways yang dijadwalkan mengangkut jamaah haji ke Arab Saudi.

Advertisement

Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, menyatakan bahwa angkatan udara Israel menargetkan posisi Houthi di bandara dan menghancurkan satu-satunya pesawat yang masih tersisa di sana.

"Ini adalah pesan yang jelas dan kelanjutan dari kebijakan kami: Siapa pun yang menembaki Negara Israel akan membayar harga yang mahal," kata Katz.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan dalam pernyataannya bahwa Israel akan merespons dengan kekuatan yang lebih besar terhadap setiap serangan yang diarahkan kepadanya.

"Seperti yang telah saya katakan lebih dari sekali, Houthi hanyalah gejalanya. Kekuatan pendorong utama di balik mereka adalah Iran, yang bertanggung jawab atas agresi yang berasal dari Yaman,” imbuh Netanyahu.

Pemimpin kelompok Houthi, Abdul-Malik al-Houthi, mengatakan bahwa serangan terhadap kelompoknya dimaksudkan sebagai bentuk tekanan agar mereka tidak mundur dalam mendukung rakyat Palestina yang tengah menghadapi gempuran Israel di Gaza.

"Tidak peduli seberapa besar agresi Israel dan tidak peduli seberapa sering hal itu terulang, hal itu tidak akan memengaruhi sikap rakyat kami dalam mendukung rakyat Palestina. Musuh Israel tetap berada dalam posisi lemah setelah penghentian agresi Amerika karena kegagalannya," katanya. **

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Penulis FIN.CO.ID