Sepanjang 2025, Kemenkes Deteksi 72 Kasus Varian Baru Covid-19 di Indonesia

news.fin.co.id - 04/06/2025, 14:19 WIB

Sepanjang 2025, Kemenkes Deteksi 72 Kasus Varian Baru Covid-19 di Indonesia

Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis ketiga jenis Pfizer kepada warga saat vaksinasi booster Covid-19 di RSUI, Depok, Jawa Barat, Rabu (12/1/2022). Program penyuntikan dosis ketiga atau booster vaksin Covid-19 dimulai hari ini (12/1/2022)

fin.co.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan data kasus Covid-19 di Indonesia sepanjang 2025 sebanyak 72 orang diindikasi positif. Hal ini meningkat dari data sebelumnya.

"Tren Covid-19 meningkat di minggu ke 21. Positif Covid-19 tahun 2025 (sebanyak) 72 kasus. Spesimen yang telah diperiksa sebanyak 2.160," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Mulawarman, Rabu, 4 Juni 2025.

Adapun, kasus Covid-19 di negara-negara asia tenggara juga tengah mengalami lonjakan kasus, seperti di Thailand, Hongkong, Malaysia, dan Singapura.

Merespons hal itu, Kemenkes menerbitkan Surat Edaran Nomor SR. 03.01/C/1422/2025 tentang Kewaspadaan Terhadap Peningkatan Kasus Covid-19.

Advertisement

Hal ini diterbitkan untuk meningkatkan kewaspadaan Covid-19 maupun penyakit potensial Kejadian Luar Biasa/wabah lainnya bagi dinas kesehatan, UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan, UPT Bidang Laboratorium Kesehatan Masyarakat, Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan para pemangku kepetingan.

Aji menjelaskan, lonjakan kasus Covid-19 di Singapura masih berada dalam pola musiman yang lazim.

Varian bersirkulasi di sana merupakan turunan JN.1 yang tidak menyebabkan peningkatan keparahan kasus.

Saat ini, kata Aji, pemerintah belum memberlakukan pengetatan akses keluar-masuk negara. Namun, pengawasan dan pemantauan di pintu masuk Internasional tetap ditingkatkan melalui SatuSehat Health Pass (SSHP).

"Kami mendorong masyarakat untuk mengikuti perkembangan situasi di negara tujuan, mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di sana, dan menunda perjalanan apabila tidak mendesak atau dalam kondisi kurang sehat," kata Aji.

Pemerintah juga belum menerapkan larangan ke luar negeri tapi masyarakat diimbau untuk lebih waspada, terutama jika berencana bepergian ke negara yang sedang mengalami lonjakan kasus.

Kemenkes juga mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan dasar, seperti mencuci tangan, menggunakan masker saat batuk pilek. Bukan hanya itu, tapi juga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi saluran napas atau flu.

Kemudian untuk vaksinasi booster Covid-19 tetap direkomendasikan, terutama bagi mereka yang belum mendapatkannya atau termasuk dalam kelompok rentan seperti lansia dan penderita komorbid.

“Masyarakat tidak perlu panik, namun kewaspadaan tetap penting. Kami pastikan langkah-langkah deteksi dini, pelaporan, dan kesiapsiagaan terus kami jalankan untuk menjaga situasi nasional tetap aman," pungkas Aji

Advertisement

Varian Covid-19 dominan yang menyebar di Thailand adalah XEC dan JN1, di Singapura LF7 dan NB.1.8 (turunan JN 1). Lalu, di Hongkong JN1 dan Malaysia adalah XEC (turunan JN.1).

(Ayu Novita)

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID