Nasional . 09/06/2025, 07:11 WIB

Loh, Masyarakat Tolak Tambang di Raja Ampat Dihentikan, Ini Alasannya

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Warga Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat Daya, menyuarakan keinginan agar aktivitas pertambangan nikel dilanjutkan saat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, berkunjung ke wilayah mereka.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Bahlil berdialog langsung dengan warga setempat. Masyarakat mengungkapkan bahwa keberadaan tambang yang dioperasikan oleh GAG Nikel membawa dampak positif bagi kehidupan mereka.

Sebagian besar warga yang menggantungkan hidup dari laut mengatakan bahwa mereka memperoleh manfaat ekonomi dengan menjual hasil tangkapan kepada perusahaan tambang tersebut.

"Aktivitas penangkapan ikan berjalan seperti biasa, air tetap jernih, kualitas air juga bagus," ujar Fathah Abanovo dikutip dari rilis Kementeria ESDM.

Ia juga menyampaikan bahwa perusahaan turut membantu dengan menyediakan BBM dan alat tangkap bagi para nelayan. Pendapat serupa disampaikan oleh Lukman Harun (34), nelayan asal Pelugak.

Menurut Lukman, informasi yang beredar mengenai perubahan kualitas air laut yang berdampak pada hasil tangkapan adalah tidak benar.

"Air tidak berubah sejak puluhan tahun lalu hingga kini, biasa saja. Sejak adanya tambang, ikan-ikan karang sebagai tangkapan tidak berubah, juga kalau dimakan, aman," ujar Lukman.

Aspirasi warga yang mendukung kelanjutan pertambangan tersebut disampaikan kepada Menteri Bahlil saat ia meninjau langsung lokasi tambang GAG Nikel, didampingi Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dan Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam.

"Saya menyempatkan diri bersama Gubernur dan Bupati Raja Ampat melakukan kunjungan ke Pulau Gag, Raja Ampat, naik heli dalam rangka merespons apa yang menjadi perkembangan pemberitaan di media sosial. Kami menghargai semuanya, pemberitaan itu kami hargai dan bentuk penghargaan itu adalah kita terus cek, supaya lebih objektif dengan kondisi yang ada," ujar Bahlil di Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu 7 Juni.

Gubernur Elisa Kambu menilai bahwa pemberitaan tentang kondisi tambang selama ini tidak sesuai dengan realita, sehingga perlu ada klarifikasi dengan melihat langsung ke lokasi.

"Kita pastikan mungkin video itu bukan dari Gag, bukan dari Piaynemo, mungkin dari tempat lain. Mereka ambil dari mana kita juga tidak tahu, tapi yang pasti bukan dari penambangan di Pulau Gag," tegas Elisa.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat sekitar tambang memberikan dukungan terhadap kelanjutan aktivitas tambang karena mereka telah merasakan manfaat secara langsung maupun tidak langsung.

"Ketika kami sampai di sana, masyarakat lokal, semua yang ada di situ, kecil, besar, perempuan, tua, muda, mereka menangis, minta Pak Menteri bahwa ini tidak boleh ditutup, ini harus dilanjutkan. Dan, kalau kami, pemerintah, harus mengikuti kemauan masyarakat dan kita hadir untuk kesejahteraan masyarakat, kenapa kita harus membuat rakyat susah," ungkap Elisa.

Senada dengan itu, Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam menyampaikan bahwa hasil kunjungan langsung menunjukkan kondisi yang berbeda dari narasi yang beredar di media sosial, dan warga di sana menolak jika tambang dihentikan.

"Mereka tidak mau tambang ditutup, karena itu untuk menopang kehidupannya. Mereka menginginkan itu, karena itu, kami berharap kebetulan ada Pak Menteri di sini untuk membuka tambang itu," katanya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com