fin.co.id –
Ketegangan geopolitik yang meningkat di Iran bikin Indonesia gercep ambil langkah. Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan 97 orang yang sudah dievakuasi dari Iran kini dalam kondisi aman dan akan dipulangkan ke Tanah Air secara bertahap.
"Sebanyak 97 evacuees yang sudah berada di Baku, Azerbaijan, akan dipulangkan secara bertahap menggunakan pesawat komersial," ungkap Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha, dalam pernyataan resminya, Senin, 23 Juni 2025.
Rinciannya, 96 orang adalah Warga Negara Indonesia (WNI)—termasuk tiga staf kedutaan besar—serta satu warga negara Iran yang merupakan pasangan dari WNI.
Pulang Bertahap Mulai Selasa
Menurut rencana, tahap pertama pemulangan dilakukan hari ini dari Baku, dengan 29 orang dijadwalkan terbang dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa sore, 24 Juni 2025.
Sementara sisanya akan menyusul secara bertahap sepanjang Rabu hingga Kamis (25–26 Juni 2025).
Kabar ini datang di tengah kekhawatiran meningkatnya situasi di kawasan Timur Tengah, terutama Iran, setelah serangan udara Israel beberapa waktu terakhir. Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam dan langsung menyusun langkah evakuasi untuk mengamankan WNI yang berada di lokasi rawan.
Apresiasi untuk Azerbaijan
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Azerbaijan atas perannya dalam memfasilitasi evakuasi ini. Pernyataan itu disampaikannya saat bertemu Menlu Azerbaijan Jeyhun Bayramov, dalam ajang Konferensi Tingkat Menteri OKI ke-51 di Istanbul, Turki, pada 21–22 Juni lalu.
"Dukungan Azerbaijan sangat berarti dalam proses evakuasi ini. Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya," ujar Sugiono, dikutip dari siaran pers Kemlu.
Situasi Iran Kian Mencekam
Evakuasi ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi serius dari Pemerintah RI terhadap eskalasi yang terjadi di Iran. Ketegangan memuncak setelah rangkaian serangan Israel membuat situasi tak menentu. Beberapa negara bahkan mulai mengurangi aktivitas diplomatiknya di sana.
Berdasarkan informasi dari Kemenlu, tidak ada laporan WNI yang terluka selama masa peningkatan ketegangan ini. Namun, langkah evakuasi tetap diambil sebagai bagian dari protokol keselamatan negara.