ChildFund International Dukung Pemuda Jadi Duta Aksi Iklim Lewat Glow

news.fin.co.id - 26/06/2025, 00:18 WIB

ChildFund International Dukung Pemuda Jadi Duta Aksi Iklim Lewat Glow

Sebanyak 107 pemuda dari 39 kabupaten/kota berusia 17-24 tahun terpilih menjadi duta aksi iklim Green Leaders for Our Well Being (GLOW) Ambassador dari ChildFund International di Indonesia.

fin.co.id - Sebanyak 107 pemuda dari 39 kabupaten/kota berusia 17-24 tahun terpilih menjadi duta aksi iklim Green Leaders for Our Well Being (GLOW) Ambassador dari ChildFund International di Indonesia. Dalam kampanye berdurasi 6 bulan dari Januari-Juni 2025 ini, para pemuda mendapat dukungan dan kapasitas untuk memimpin aksi hijau dan mengembangkan inovasi di komunitas masing-masing.

"Kampanye GLOW Ambassador bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran pemuda terhadap krisis lingkungan dan menginspirasi gerakan di mana kaum muda menjadi pelopor ketahanan terhadap cuaca ekstrim melalui peer-to-peer influence," kata Senior Program Specialist ChildFund International di Indonesia, Meinrad Indra Cahya dalam keterangan, Rabu, 25 Juni 2025.

Dalam inisiatif ini, kata Meinrad, ChildFund International di Indonesia tidak bergerak sendiri, tapi menggandeng Indonesia Youth Advisory, sebuah wadah beranggotakan remaja dan dewasa muda berusia 15-24 tahun yang tersebar di wilayah 7 provinsi. Menurutnya, pemuda merupakan mitra kolaborasi yang tak dapat dipisahkan untuk kemajuan masa depan bangsa.

"Bagi ChildFund International di Indonesia, pemuda bukanlah penerima manfaat. Tapi mereka adalah mitra dan kolaborator program kami. Pemuda telah menjadi bagian tak terpisahkan dari semua program ChildFund International di Indonesia, termasuk dalam pembangunan ketahanan terhadap dampak cuaca ekstrim," tuturnya.

Advertisement

Dia menjelaskan, GLOW Ambassador melahirkan pemuda pemudi yang aktif terlibat dan berkontribusi. Natasya (20) dari Semarang misalnya, kata dia, menciptakan permainan Greenopoly (Green Monopoly) untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran tentang krisis lingkungan di kalangan anak dan remaja. Kemudian, sambungnya, Sari (22) dari Bogor mengembangkan bank sampah digital untuk mengelola sampah secara modern dan berkelanjutan.

"Kami percaya, perubahan besar berawal dari kepedulian yang sederhana. Sebagai GLOW Ambassador, mereka belajar memimpin dengan hati, merawat bumi dengan harapan, dan berjalan bersama mereka yang juga bermimpi tentang dunia yang lebih baik," katanya.

Senior Communications Specialist ChildFund International di Indonesia, Hikmah Ubaidillah menambahkan, banyak pemuda yang menyadari dampak krisis lingkungan, merasakan kecemasan akan dampaknya dan ingin bertindak, namun merasa tidak berdaya. Kampanye GLOW Ambassador menjadi platform untuk meningkatkan kapasitas dengan memberikan alat dan pengetahuan yang membantu mereka dalam mengindentifikasi masalah, mencari solusi dan menyuarakannya.

"Kampanye ini kami rancang untuk menyasar Generasi Z (usia 17-24 tahun), yang dikenal dengan kecakapan digital dan keterhubungan yang kuat dengan isu-isu sosial. Mereka sangat terlibat dengan masalah keberlanjutan lingkungan dan memiliki potensi untuk memengaruhi opini publik yang lebih luas melalui media sosial," kata Hikmah.

Bagi Fikri (20) dari Semarang yang telah merasakan dampak krisis lingkungan global beberapa tahun belakangan, gerakan GLOW Ambassador ini meningkatkan kesadaran dan komitmennya dalam aksi iklim.

"GLOW Ambassador membuka peluang bagi saya untuk menyuarakan keprihatinan tentang dan aksi-aksi yang saya lakukan, yang selama ini belum saya ekspos ke media sosial. Saya berharap ini bisa menginspirasi pemuda yang belum menyadari kondisi ini," kata Fikri.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID