fin.co.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berusaha untuk memperkuat fondasi transformasi industri nasional. Ini merupakan upaya untuk mencapai target Indonesia Emas 2045.
Dalam hal ini, salah satu cara yang dilakukan oleh Kemenperin adalah dengan memperkuat hilirisasi, digitalisasi ekonomi, dan transisi energi berkelanjutan. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), Setia Diarta mengatakan, Kemenperin juga turut meresmikan 37 proyek ketenagalistrikan dengan kapasitas lebih dari 3.200 megawatt.
"Ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan penguatan daya saing industri nasional dengan basis energi bersih," kata Setia kepada wartawan di Jakarta, Sabtu, 29 Juni 2025.
Setia mengatakan, Pemerintah saat ini juga tengah mendorong percepatan pencapaian target Net Zero Emission pada tahun 2060. Menurutnya, salah satu langkah yang saat ini dilakukan oleh Pemerintah dengan mendukung pembangunan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti energi surya, panas bumi, air, angin, dan bioenergi.
"Kami juga berharap perusahaan seperti Schneider Electric dapat berperan aktif dalam pengembangan komponen energi terbarukan ini," kata Setia.
Sejalan dengan upaya Pemerintah ini, PT Schneider Electric Indonesia sebagai perusahaan yang bergerak di bidang EcoStruxure™ serta sistem panel surya atap juga turut membuka pabrik ketiga-nya di Indonesia.
Diketahui, pabrik baru Schneider Electric Indonesia yang berlokasi di Cikarang ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat sektor industri manufaktur khususnya industri peralatan listrik di Indonesia, serta memanfaatkan potensi sumber daya nasional yang berkelanjutan, sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045.
"Pembangunan ini bukan hanya sekadar dimulainya sebuah lini produksi, tetapi juga menjadi simbol tekad bersama untuk menjadikan Indonesia pemain utama dalam industri manufaktur global. Inilah momentum untuk bangkit, berinovasi, dan menunjukkan bahwa anak bangsa mampu bersaing di ranah teknologi tinggi," terang Setia.
Menurut President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, ekspansi smart factory di Cikarang merupakan cerminan dari komitmen jangka panjang Schneider Electric untuk mendukung agenda transformasi dan ketahanan industri nasional, serta merepresentasikan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan inovasi.
"Inisiatif ini juga mencerminkan semangat bersama Indonesia dan Prancis dalam mendorong inovasi dan mengakselerasi teknologi hijau. Kehadiran Schneider Electric di Indonesia bukan sekadar investasi industri, melainkan bagian dari misi bersama untuk membangun ekosistem yang tangguh, berdaya saing global, dan siap menghadapi masa depan," kata Martin.
(Bianca Khairunnisa)