fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengucapkan permintaan maaf kepada warga yang terdampak banjir sejak Minggu, 6 Juli 2025 malam hingga Selasa, 8 Juli 2025 pagi. Pramono mengakui, banjir merupaka musibah yang tidak bisa dipreiksi.
"Banjir seperti kemarin, karena kemarin itu sesuatu yang tidak mungkin dilawan. Secara khusus saya juga ingin meminta maaf kepada warga yang terdampak," kata Pramono di Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan.
Saat ini yang terpenting, kata Pramono, dirinya dapat mensiasati agar banjir yang terjadi tidak berdampak buruk bagi masyarakat.
Pramono mengungkapkan, curah hujan di Jakarta cukup tinggi beberapa hari terakhir hingga menyebabkan genangan. Ini diperparah dengan adanya banjir kiriman dari hulu dan naiknya permukaan air laut.
Ke depan dirinya meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar menyiapkan rencana yang matang untuk mengantisipasi hal serupa terjadi.
"Kita harus mempunyai planning untuk mempersiapkan kalau terjadi banjir," katanya.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, M Yohan menerangkan, hingga pukul 09.00 WIB terdapat 67 RT yang terendam banjir. Wilayah yang paling parah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1,6 meter berada di Kelurahan Cililitan, Jakarta Timur.
"BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 67 RT," kata Yohan dalam keterangannya.
Yohan memaparkan di wilayah Jakarta Timur terdapat 30 RT yang terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1,6 meter. Sementara di Jakarta Selatan terdapat 23 RT yang kebanjiran dengan ketinggian muka air berkisar antara 30 hingga 80 cm.
Kemudian di Jakarta Barat terdapat 12 RT yang terendam banjir dengan ketinggian muka air antara 30 hingga 80 cm. Selanjutnya di Jakarta Utara terdapat 2 RT yang tergenang dengan ketinggian air mencapai 65 Cm.
Selain itu kata Yohan, terdapat 3 ruas jalan yang tergenang yakni Jl. Adi Karya di Kedoya Selatan, Jl. Bojong Indah Raya dan Jl. Raya Daan Mogot di Jakarta Barat.
Akibat banjir tersebut sebanyak 321 jiwa yang tersebar di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat harus rela tidur di pengungsian.
"BPBD DKI Jakarta terus melakukan penanganan di lapangan dengan penyedotan air dan pemantauan genangan. Warga diimbau tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah rawan luapan sungai dan dataran rendah," pungkasnya.
(Cahyono)