fin.co.id - Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali memanggil mantan Menteri Pendidikan Budaya Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook di Kemendikbudristek periode 2019-2022, Selasa, 8 Juli 2025.
“Untuk pemeriksaan Nadiem sesuai surat panggilan rencana hari ini Selasa 8 Juli 2025, pukul 09.00 WIB,” kata Kapuspenkum Kejagung Harli Siregar.
Meski demikian, Harli mengaku belum mengetahui, apakah Nadiem akan hadir atau tidak pada pemeriksaan ini.
Dikonfirmasi secara terpisah, kuasa hukum Nadiem Makarim Hotman Paris mengatakan kliennya telah mengajukan permintaan penundaan pemeriksaan.
"Tunda 1 minggu," ujar Hotman.
Kuasa hukum Nadiem lainnya, Hana Pertiwi mengungkapkan, pihaknya telah mengajukan penundaan. Terkait jadwal pemeriksaan, Hana mengatakan hal itu bergantung pada jadwal penyidik.
"Sudah mohon penundaan. (Diperiksa) menunggu jadwal penyidik," katanya.
Sebelumnya, Kejagung telah memeriksa eks Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop di Kemendikbudristek, Senin, 23 Juni 2025.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Harli Siregar mengatakan dalam pemeriksaan itu, Nadiem dicecar soal pelaksanaan rapat untuk mengubah hasil kajian teknis pengadaan laptop Chromebook.
"Ada hal yang sangat penting didalami oleh penyidik dalam kaitan dengan rapat pada bulan Mei 2020. Kita tahu bahwa sebenarnya kajian teknis itu sudah dilakukan sejak bulan April lalu pada akhirnya diubah di bulan kalau enggak salah di bulan Juni atau Juli," kata Harli kepada wartawan, Senin, 23 Juni 2025.
Harli menjelaskan, dalam rapat yang terjadi pada tanggal 6 Mei 2020 itu penyidik menduga terdapat pengkondisian hasil kajian teknis penggunaan laptop Chromebook yang telah dilakukan.
Ia menyebut rapat itulah yang kemudian diduga penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus menjadi dasar pengadaan laptop Chromebook meskipun dinilai tidak efektif untuk pembelajaran.
"Pada akhirnya (kajian teknis) diubah di bulan, kalau saya enggak salah di Juni atau Juli. Tetapi sebelum itu ada rapat tanggal 6 Mei 2020 dan oleh penyidik ini yang didalami," tuturnya.
(Anisha Aprilia)