Nasional . 10/07/2025, 19:26 WIB

Denny JA: Kemandirian Energi Adalah Sebuah Keharusan

Penulis : Khanif Lutfi  |  Editor : Khanif Lutfi

Denny JA menyampaikan kekhawatirannya atas tren jangka panjang produksi migas nasional. Pada era 1970-an, Indonesia mampu memproduksi hingga 1,2 juta barel per hari.

Hari ini, angka tersebut turun setengahnya—sebuah kemunduran signifikan dalam 50 tahun.

Sementara negara-negara lain justru terus melaju:

•Amerika Serikat: 12 juta barel per hari

•Arab Saudi: 10 juta barel per hari

•Iran (peringkat ke-10 dunia): 2,5 juta barel per hari

Indonesia hanya mampu memproduksi sekitar 5–20 persen dari kapasitas negara-negara tersebut.

Denny JA mengidentifikasi tiga pembeda utama antara negara yang menanjak dan negara yang stagnan:

1.Eksplorasi dan Teknologi

Negara-negara maju terus menggali potensi energi baru dan mengadopsi teknologi eksplorasi serta produksi paling mutakhir.

Tanpa penemuan lahan baru dan teknologi yang sesuai, kemandirian energi hanya akan menjadi ilusi.

2.Tata Kelola dan Transparansi

Sektor energi harus dijalankan dengan prinsip check-and-balance.

Jika dikuasai oleh oligarki yang lebih diuntungkan dari impor, maka kebocoran, inefisiensi, dan moral hazard akan menggerogoti fondasi produksi.

“Tanpa tata kelola yang sehat, produksi akan kalah oleh mafia impor.”

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com