Hukum dan Kriminal . 13/07/2025, 11:10 WIB
Penulis : Khanif Lutfi | Editor : Khanif Lutfi
Untuk dapat masuk ke rumah indekos saja harus menggunakan kartu akses. Selain itu ada penjaga dan banyak kamera CCTV yang terpasang di sudut-sudut rumah indekos.
Sehingga kata Andi, rumah indekos yang ditinggali korban sangat sulit untuk dapat ditembus orang asing.
"Kalau bukan orang kost dia gak bisa masuk," pungkasnya.
Sebelumnya kerabat ADP, Iyarman Waruwu mengungkapkan, korban merupakan Diplomat di Kementerian Luar Negeri dan akan berangkat untuk penempatan tugas akhir bulan ini.
"Diplomat kementerian luar negeri yang mana pada dasarnya akan berangkat penempatan tugas pada akhir bulan ini," kata Iyarman di TKP.
Iyarman mengatakan dirinya terakhir bertemu dengan korban pada Senin, 7 Juli 2025 di kantornya saat jam makan siang. Saat itu yang dia tahu korban dalam kondisi sehat.
"Yang bersangkutan juga dalam posisi sehat. Kemarin papasan pada saat jam makan siang dan diketahui bahwa juga terakhir di kantor sekitar setengah lima sore ya," ucapnya.
Saat ini Iyarman belum mengetahui secara pasti penyebab kematian korban. Dirinya masih menunggu keterangan dari pihak kepolisian.
"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan otopsi dan dan visum dari yang berwajib," pungkasnya.
Gerak-gerik Mencurigakan Penjaga Indekos
Beredar rekaman CCTV yang memperlihatkan gerak-gerik mencurigakan dari penjaga rumah indekos yang bolak-balik di depan kamar korban sebelum ditemukan tewas.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan, berdasarkan informasi dari penyidik penjaga kost itu sengaja bolak-balik untuk mengecek kamar korban.
Pasalnya si penjaga indekos ditelepon oleh istri korban karena HP suaminya tidak aktif.
"Benar istrinya minta penjaga kos ngecek karena hp suaminya mati," katanya kepada awak media, Sabtu 12 Juli 2025.
Ade menegaskan pihaknya masih menunggu laporan hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media