fin.co.id - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyampaikan, sejumlah tokoh nasional, termasuk Anies Baswedan, akan diundang dalam perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-27 PKB. Harla PKB ini akan dilakukan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu, 23 Juli 2025
"Kita undang semua tokoh pimpinan partai, Pak Presiden, Wapres, pejabat pemerintah, menteri-menteri, semua pada hadir," kata Cak Imin kepada wartawan, Selasa malam, 22 Juli 2025.
Saat ditanya secara khusus mengenai kehadiran mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Cak Imin memberikan jawaban singkat.
"Mas Anies diundang? Semua tokoh kita undang," jawab Cak Imin.
Kehadiran Anies dalam perayaan ini menjadi perhatian, mengingat ia adalah pasangan Cak Imin dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Momen tersebut juga dinilai sebagai bagian dari intensitas komunikasi politik lintas partai menjelang Pemilu mendatang.
Sebelum perayaan puncak Harlah, Dewan Pimpinan Pusat PKB mengadakan kegiatan bimbingan teknis yang melibatkan para legislator Fraksi PKB dari tingkat pusat hingga daerah, mulai dari DPR RI, DPRD provinsi, hingga DPRD kabupaten/kota.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat kapasitas politik para kader, baik di legislatif maupun eksekutif, dalam menjalankan tugasnya secara maksimal menjelang momentum ulang tahun partai.
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, menegaskan pentingnya proses evaluasi terhadap kinerja kader partai di berbagai level kepemimpinan.
"Seluruh anggota DPRD provinsi kabupaten kota, seluruh anggota DPR RI, seluruh bupati wakil bupati, wali kota wakil wali kota, yang pada hari ini menyambut ulang tahun ke 27. Tapi acara utamanya adalah peningkatan kualitas peran baik sebagai legislatif, eksekutif, sebagai pimpinan partai PKB," ujarnya kepada wartawan.
Cak Imin menambahkan, forum ini merupakan sarana untuk meninjau kembali sekaligus menyempurnakan kontribusi para kader.
"Sehingga forum ini menjadi forum evaluasi sekaligus memperbaiki kekurangan kekurangan sebagai legislator eksekutif maupun sebagai pemimpin partai," ucapnya.
Dalam kesempatan terpisah, Wakil Ketua Harian DPP PKB, Riezal Ilham, mengangkat persoalan sulitnya membangun komunikasi antara partai politik dan generasi muda.
"Kita semua tahu partai politik ini seringkali dijauhi sama generasi muda, diajak acara tidak mau, diajak kolaborasi susah. Kenapa? Mereka takut, Bapak. Karena di luar sana, orang-orang berpikir, bekerja sama dengan partai politik selalu buruk," ungkap Riezal.
Pernyataan tersebut mencerminkan tantangan besar yang dihadapi partai dalam merangkul pemuda, sekaligus menjadi pengingat pentingnya pendekatan baru yang lebih terbuka dan inklusif di tubuh PKB.
(Fajar Ilman)