Banyak Guru Mundur dari Sekolah Rakyat, Ini Tanggapan Kemendikdasmen dan Kemensos

news.fin.co.id - 02/08/2025, 11:30 WIB

Banyak Guru Mundur dari Sekolah Rakyat, Ini Tanggapan Kemendikdasmen dan Kemensos

Mensos Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul.


fin.co.id - Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah mendapat tantangan di awal pelaksanaannya. Sejumlah media memberitakan bahwa ratusan guru dan siswa dilaporkan mundur dari program tersebut.

Laporan ini memicu pertanyaan tentang efektivitas program yang ditujukan bagi keluarga miskin ekstrem.

Berdasarkan data dari Kementerian Sosial (Kemensos), yang saat ini mengelola program tersebut, tercatat sebanyak 140 hingga 160 guru memilih untuk mengundurkan diri.

Alasan utama yang mereka sampaikan adalah penempatan tugas yang terlalu jauh dari domisili, sehingga menyulitkan mobilitas sehari-hari.

Tanggapan Pemerintah

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, mengakui adanya pengunduran diri tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah sudah menyiapkan pengganti para guru yang mundur.

"Penggantinya sudah ada," kata Gus Ipul, sembari menambahkan bahwa para calon guru pengganti diambil dari tenaga pendidik yang sudah memiliki sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Gus Ipul memastikan bahwa meskipun ada kendala di awal, operasional Sekolah Rakyat tetap berjalan optimal.

"Secara umum, alhamdulillah semua sesuai jadwal," ujarnya.

Siswa yang mundur dari Sekolah Rakyat juga menjadi perhatian pemerintah. Gus Ipul menjelaskan bahwa beberapa siswa, terutama di awal masa pengenalan lingkungan sekolah, merasa tidak betah atau homesick karena harus tinggal di asrama dan jauh dari orang tua.

Kemensos menyatakan akan terus melakukan pendekatan persuasif dan menyiapkan psikolog untuk membantu siswa beradaptasi.

Secara keseluruhan, pemerintah berupaya memastikan agar program Sekolah Rakyat, yang bertujuan memberikan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin, dapat terus berjalan.

Meskipun menghadapi beberapa kendala awal, pemerintah optimistis dapat mengatasinya dengan langkah-langkah strategis, termasuk penyiapan guru pengganti dan pendekatan yang lebih personal terhadap siswa.

Pernyataan Kemendikdasmen

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menepis anggapan bahwa pengunduran diri guru disebabkan oleh masalah upah.

Menurut Abdul Mu'ti, alasan utama adalah masalah jarak domisili. Ia menyatakan bahwa kasus ini sudah ditangani dan dilaporkan langsung kepada Presiden.

"Soal guru itu, kemarin sudah dilaporkan ke Pak Presiden,” ujarnya, dikutip Jumat 1 Agustus 2025.

"Kalau kemarin yang disampaikan itu, sebagian karena domisilinya jauh. Kemudian yang kedua ya mungkin ada alasan-alasan lain yang membuat mereka mengundurkan diri," tambahnya.

Mendikdasmen juga menegaskan bahwa Kemensos telah menyiapkan guru pengganti, sehingga tidak ada masalah yang mengganggu proses belajar-mengajar.

Abdul Mu'ti juga menyampaikan, rekrutmen guru untuk Sekolah Rakyat tahap selanjutnya akan tetap berjalan. Pihaknya akan mengutamakan lulusan PPG untuk mengisi kebutuhan guru di seluruh titik Sekolah Rakyat.

Mu'ti menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut bukan karena masalah upah atau intensif, melainkan karena alasan domisili yang terlalu jauh.

"Kalau kemarin yang disampaikan itu, sebagian karena domisilinya jauh. Kemudian yang kedua ya mungkin ada alasan-alasan lain yang membuat mereka mengundurkan diri," ujarnya.


Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca