Megapolitan . 06/08/2025, 11:20 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
Rekam jejak Irjen Asep dipenuhi dengan berbagai capaian penting. Ketika menjabat Kapolres Sukabumi, ia berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 95 imigran gelap asal Timur Tengah di Pantai Karanghaji, Sukabumi, pada 2 Agustus 2013.
Kemudian, saat memimpin Polresta Tangerang pada 2017, Asep mendapat pujian dari MUI setempat karena melarang pertunjukan dangdut dengan penampilan vulgar yang berpotensi memicu tindak kriminal atau asusila.
Di posisi Dirtipidsiber, ia menindak tegas kejahatan siber, salah satunya pengungkapan penipuan lintas negara berbasis email yang menimbulkan kerugian hingga Rp82 miliar pada Oktober 2021. Ia juga mengungkap kasus Doni Salmanan terkait pencucian uang dari aplikasi Quotex, serta menangani ujaran kebencian bermuatan SARA yang melibatkan Edy Mulyadi pada Maret 2022.
Atas kinerja gemilangnya, Kapolri mengangkatnya sebagai Wakabareskrim pada Oktober 2022 melalui STR Nomor ST/2134/X/KEP/2022. Jabatan ini membawa Asep pada tugas-tugas besar lain, seperti menjadi Ketua Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tahun 2023 dan Kasatgas Antimafia Bola Polri.
Dalam tugasnya membongkar praktik pengaturan skor Liga 2 antara klub X dan klub Y, Asep menunjukkan keseriusannya dalam menjaga integritas olahraga. Selain itu, ia juga mengungkap kasus perjudian online melalui situs SBOTOP pada Februari 2024, dan menetapkan empat tersangka.
Peran Strategis Menjelang Pemilu
Tahun politik 2024 juga membawa peran penting bagi Irjen Asep. Ia ditunjuk sebagai Ketua Satgas Nusantara "Cooling System" sejak 11 September 2023, untuk menjaga kondusivitas jelang Pemilu. Asep melakukan pendekatan ke berbagai tokoh agama seperti Ustadz Das'ad Latif, Ustadz Abdul Somad, Ustadz Adi Hidayat, Habib Taufiq Assegaf, Gus Baha, dan lainnya.
Tidak berhenti di situ, ia juga dipercaya sebagai Kasatgas Penanggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (Satgas P3GN) Polri mulai 1 September 2023. Dalam perannya, Asep dan timnya berhasil menangkap jaringan narkoba Fredy Pratama, dengan total 44 tersangka dan penyitaan aset senilai Rp75,62 miliar, termasuk properti, kendaraan, uang tunai, dan barang mewah.
Tugas Baru di Jakarta
Kini, sebagai Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep dihadapkan pada sejumlah tantangan besar yang belum tuntas di era sebelumnya. Beberapa pekerjaan rumah seperti penanganan kasus Firli Bahuri, pengendalian tawuran remaja yang masih marak, serta pemberantasan peredaran narkoba di ibu kota menjadi fokus utamanya.
Masyarakat pun berharap, dengan pengalamannya yang panjang dan rekam jejak prestasi yang solid, Irjen Asep Edi Suheri mampu menciptakan terobosan baru untuk menjadikan Jakarta lebih aman dan siap menjadi kota global yang modern dan tertib. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media