Produser Film 'Merah Putih: One for All' Angkat Suara Soal Dana Rp 6,7 Miliar

news.fin.co.id - 12/08/2025, 15:13 WIB

Produser Film 'Merah Putih: One for All' Angkat Suara Soal Dana Rp 6,7 Miliar

Film animasi one for all

fin.co.id - Polemik seputar film animasi "Merah Putih: One for All" semakin memanas menjelang penayangannya pada 14 Agustus 2025.

Setelah menuai banyak kritik terkait kualitas animasi yang dinilai kurang optimal, kini film tersebut diterpa isu miring mengenai biaya produksi yang fantastis dan diklaim berasal dari pemerintah.

Menanggapi tuduhan tersebut, produser film, Toto Soegriwo, mengeluarkan pernyataan tegas melalui akun media sosial pribadinya. Ia membantah secara mentah-mentah tuduhan bahwa filmnya didanai oleh pemerintah hingga mencapai Rp6,7 miliar.

"Menanggapi tudingan yang beredar luas di media sosial mengenai dugaan penerimaan dana sebesar Rp 6,7 miliar dari pemerintah untuk produksi film animasi Merah Putih One For All, saya, Toto Soegriwo selaku Produser, dengan tegas menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan merupakan fitnah keji," kata Toto dikutip Selasa 12 Agustus 2025.

Advertisement

Toto Soegriwo juga mengungkapkan kekecewaannya karena tuduhan tersebut tidak hanya menyerang pribadinya, tetapi juga berdampak buruk pada keluarganya yang kini mengalami tekanan mental akibat hujatan dari warganet.

"Kami tidak pernah menerima satu rupiah pun dana dari pemerintah, apalagi melakukan tindakan korupsi atau memanfaatkan uang haram sebagaimana yang dituduhkan. Isu ini tidak hanya menyerang pribadi saya, tetapi juga berdampak serius terhadap keluarga, istri, dan anak-anak saya yang kini mengal am tekanan mental dan rasa tertekan akibat hujatan yang tersebar," ujarnya.

Sutradara sekaligus produser eksekutif film ini, Endiarto, juga turut memberikan klarifikasi. Ia menyebutkan bahwa biaya produksi film ini adalah hasil "gotong royong" atau urunan dari para pihak yang terlibat, baik tenaga, pikiran, maupun waktu.

"Saya sampaikan, bahwa kami ini enggak ada biaya satu persen pun (dari pemerintah). Jadi kami ini sifatnya gotong royong mandiri, urunan," jelas Endiarto.

Ia bahkan merasa heran dari mana angka Rp6,7 miliar tersebut muncul. Isu biaya fantastis ini pertama kali mencuat di media sosial, di mana beberapa pihak menduga film tersebut menelan biaya besar namun hasilnya dianggap tidak sebanding.

Tuduhan ini diperkuat oleh beredarnya klaim dari salah satu produser eksekutif, Sonny Pudjisasono, yang menyebut anggaran produksi mencapai Rp6,7 miliar, meskipun kemudian dibantah oleh produser lainnya.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar juga telah angkat bicara. Ia membenarkan bahwa tim produksi "Merah Putih: One for All" pernah melakukan audiensi, namun membantah adanya bantuan finansial atau fasilitas promosi dari pihak kementerian.

Dengan klarifikasi dari pihak produser dan Kemenparekraf, diharapkan kontroversi ini dapat mereda. Toto Soegriwo memohon kepada masyarakat dan warganet untuk tidak mudah termakan informasi yang tidak benar dan menghentikan segala bentuk hujatan, fitnah, dan serangan tanpa dasar.

Film animasi Merah Putih: One for All sendiri dijadwalkan tayang di bioskop mulai 14 Agustus 2025 mendatang, bertepatan dengan momen perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. (Hasyim Ashari)

Advertisement
Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID