fin.co.id - Situ Cangkring yang terletak di Kelurahan Priuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, diduga tercemar limbah cair industri, Sabtu (16/8/2025). Akibatnya sejak dua pekan terakhir ditemukan ribuan ekor bangkai mati mengambang di Situ Cangkring.
Warga menduga kuat insiden ini disebabkan oleh pencemaran limbah industri yang mencemari air situ. Mereka juga menyayangkan sikap Pemkot Tangerang, yang dinilai tidak mengambil tindakan tegas.
“Sudah dua minggu ikan-ikan mati. Jumlahnya sudah ton-an, dari yang awalnya hanya kiloan sampai sekarang harus dikarungi. Saya sudah kirim video ke banyak pihak, termasuk ke Wali Kota, tapi tidak ada respons. Ini jelas bentuk pembiaran,” tegas Naji Hardianto, warga sekaligus pengurus keamanan lingkungan RW 02 RT 03 Priuk Jaya.
Menurut Naji, kawasan sekitar Situ Cangkring dikelilingi oleh sejumlah pabrik, seperti pabrik paralon, sandal, spons, hingga pabrik pembuatan kioda, yang menggunakan air dalam proses produksinya.
“Saya yakin ada pabrik yang membuang limbah langsung ke situ. Dari dulu saya sudah minta lurah agar menegur mereka dan mewajibkan membangun kolam penampungan limbah sebelum dibuang ke Situ Cangkring. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata,” lanjutnya.
Air situ yang sebelumnya jernih kini berubah menjadi hijau pekat. Lurah setempat bahkan sudah mengimbau warga untuk tidak mengonsumsi ikan dari sana karena diduga mengandung merkuri.
“Kami saja tidak tahu merkuri itu apa, tapi katanya berbahaya. Apalagi ikannya dibiarkan membusuk begitu saja di permukaan air,” kata Naji.
Ia juga mengingatkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi pada 2022, namun saat itu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bertindak lebih cepat.
“Wali Kota itu pemimpin nomor satu di Tangerang. Masa tega melihat situ rusak, ikan mati, dan warga resah tanpa turun langsung ke lokasi? Jangan cuma muncul pas pemilu saja,” pungkasnya.