"Harus dong (datang ke Pacu Jalur), kami mau lihat peserta uji gelanggang," ujar Vella.
Ia bertambah senang karena Festival Pacu Jalur kini semakin dikenal bahkan mendunia. Mendorong banyak wisatawan untuk melihat langsung tradisi yang dalam beberapa waktu terakhir viral di media sosial.
Hal senada diutarakan Rilan Maulana Putra, peserta dari Desa Pulau Aro. Ia bangga event ini semakin dikenal publik di dunia.
Pacu Jalur telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Kuantan Singingi selama berabad-abad. Dalam setiap perlombaan, perahu panjang yang disebut "jalur" dihiasi ukiran khas dan diisi 50-60 pendayung, dipimpin oleh anak coki, yaitu penari cilik yang menari lincah di ujung perahu sambil menjaga keseimbangan di tengah laju kencang perahu.