fin.co.id - Kabar baik datang dari upaya penyelamatan lingkungan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda padang savana kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani di Lombok Timur kini sudah berhasil padam.
Aksi cepat para petugas di lapangan mencegah kerusakan lingkungan yang jauh lebih parah pada salah satu destinasi alam terpopuler di Indonesia tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa aksi sigap tim gabungan di lapangan membuat amukan si jago merah dapat dikendalikan. Petugas berhasil melokalisasi titik api sehingga tidak meluas ke area hutan konservasi lainnya yang berada di sekeliling kawasan.
"Berdasarkan laporan BPBD setempat, api telah berhasil dipadamkan dan kondisi di lapangan saat ini dinyatakan kondusif," kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis.
Kolaborasi Tim Gabungan dan Data Kerusakan Lahan di Lombok Timur
Keberhasilan memadamkan kobaran api ini merupakan buah dari kerja keras dan kolaborasi erat berbagai pihak. Operasi pemadaman di dataran tinggi tersebut melibatkan personel gabungan yang bahu-membahu menjinakkan api.
Berikut adalah data unsur instansi dan kelompok masyarakat yang terjun langsung dalam operasi pemadaman karhutla Rinjani:
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
- Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
- Tim Satuan Tugas Pengendalian Karhutla Manggala Agni.
- Pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR).
- Para relawan peduli lingkungan dan masyarakat setempat.
Meskipun tim gabungan berhasil menjinakkan api dengan cepat, cuaca kering membuat vegetasi yang berada di dataran tinggi Lombok Timur tersebut mudah terbakar. Berdasarkan pendataan awal dari BPBD, bencana karhutla ini dilaporkan telah menghanguskan lahan seluas 98,28 hektare.
Pusat Titik Api Berada di Kawasan Wisata Savana Propok
Hingga saat ini, pihak BNPB belum melaporkan secara rinci penyebab utama kebakaran itu terjadi dan bagaimana penanganannya secara teknis di medan yang terjal.
Namun, Abdul Muhari menyebutkan bahwa sebagaimana data yang mereka terima, pusat api utama terkonsentrasi di kawasan wisata Savana Propok, Taman Nasional Gunung Rinjani. Amukan api pertama kali terdeteksi berkobar di lokasi tersebut sejak Rabu (3/6) malam.
Kawasan Savana Propok sendiri merupakan salah satu zona padang rumput yang menjadi bagian penting dari ekosistem serta daya tarik wisata di Gunung Rinjani.
Meskipun situasi saat ini dilaporkan telah aman dan kondusif, pihak berwenang meminta semua pihak untuk tidak lengah. BNPB tetap mengimbau otoritas pengelola kawasan dan pemerintah daerah untuk memperketat patroli di lapangan.
Langkah preventif ini sangat penting guna mengantisipasi potensi munculnya titik api sekunder, terutama karena embusan angin kencang di musim kemarau berisiko memicu kembali gesekan vegetasi kering.