fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali meluncurkan program pemutihan ijazah, yaitu penebusan ijazah siswa yang tertahan karena tunggakan biaya pendidikan. Program ini menyasar jenjang SD hingga SMA dan telah memasuki tahap keempat selama masa kepemimpinannya.
Pramono menyerahkan 1.897 ijazah yang telah ditebus. Total dana yang dialokasikan untuk penebusan kali ini mencapai Rp7,69 miliar.
"Untuk pemutihan ijazah pada saat ini akan dibagikan 1.897 atau senilai Rp7,69 miliar," kata Mas Pram, sapaan akrabnya dalam tahap keempat yang dilakukan di halaman SMA Islam Said Naum, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Agustus 2025,
Pramono menargetkan program ini dapat menebus sebanyak 6.652 ijazah sepanjang tahun 2025. Hingga saat ini, tercatat sudah 3.212 ijazah yang berhasil diputihkan dengan total dana sekitar Rp12 miliar.
Kisah Penerima Manfaat
Salah satu warga yang menerima manfaat program ini adalah Muhammad Yasin Fadhillah (27), warga Jakarta Barat. Ia mengungkapkan bahwa ijazah SMK miliknya telah tertahan selama tujuh tahun karena tidak mampu melunasi biaya sekolah.
Menurut Yasin, orang tuanya yang bekerja serabutan kesulitan membayar iuran bulanan sebesar Rp200 ribu selama tiga tahun masa sekolah.
"Tunggakan bolong-bolong selama 3 tahun, dari kelas 1. Perbulan biaya sekolah Rp200 ribu," kata Yasin.
Meski tanpa ijazah asli, Yasin beruntung masih bisa mendapatkan pekerjaan di wahana rumah hantu berkat bantuan temannya yang merekomendasikan dirinya kepada pihak pengelola. Saat itu, ia hanya membawa fotokopi ijazah yang dilegalisir.
Kini setelah menerima ijazah aslinya, Yasin mengungkapkan niatnya untuk mencari pekerjaan yang lebih baik guna meningkatkan taraf hidupnya.
"Pengen cari kerja lagi aja sih yang lebih baik pastinya," pungkas Yasin dengan optimistis.
(Cahyono)