Menkes Bilang Kematian Balita di Sukabumi Bukan Karena Cacing Tapi TBC

news.fin.co.id - 25/08/2025, 11:00 WIB

Menkes Bilang Kematian Balita di Sukabumi Bukan Karena Cacing Tapi TBC

Menkes Budi tegaskan kematian Raya bukan karena cacingan, melainkan sepsis akibat infeksi bakteri. Orangtua diminta waspada gejala infeksi pada anak.

fin.co.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin kembali klarifikasi terkait kasus meninggalnya balita Raya di Sukabumi, Jawa Barat.

Menkes Budi menegaskan bahwa penyebab utama kematian Raya bukan karena cacingan, melainkan infeksi berat yang diduga kuat akibat Tuberkulosis (TBC) dan Meningitis.

Pernyataan ini memperbarui informasi sebelumnya yang hanya menyebutkan infeksi bakteri umum atau sepsis.

Menurut Menkes Budi, dugaan TBC menjadi lebih kuat karena adanya riwayat medis Raya yang sempat mengalami batuk berdahak selama tiga bulan, sebuah gejala umum dari penyakit TBC.

"Cacingan tidak menyebabkan kematian. Jadi, kematiannya bukan karena cacingan, melainkan karena infeksi yang menyebabkan sepsis," jelas Menkes Budi ditemui di Jakarta Pusat, Minggu 24 Agustus 2025.

"Infeksinya diduga bisa tuberkulosis atau meningitis, tapi dugaannya lebih ke arah tuberkulosis karena yang bersangkutan sudah batuk berdahak tiga bulan," tambahnya.

Cacingan sebagai Faktor Pendukung

Meskipun cacingan bukan penyebab langsung kematian, Menkes Budi mengakui bahwa temuan cacing gelang dalam jumlah besar di tubuh Raya menunjukkan kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan yang buruk.

Kondisi ini dapat memperlemah daya tahan tubuh dan membuat anak lebih rentan terhadap infeksi lain.

"Keberadaan cacing memang memperparah kondisi, tetapi bukan penyebab utama kematiannya," tambahnya.

Himbauan dan Tindakan Kemenkes

Kasus tragis ini menjadi pengingat bagi Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di tingkat primer, khususnya puskesmas.

Menkes Budi mengimbau masyarakat untuk segera memanfaatkan program 'Cek Kesehatan Gratis' yang telah disediakan pemerintah, termasuk skrining untuk TBC dan infeksi cacing.

"Kalau ketahuan lebih dini, seharusnya tidak sampai meninggal. Ini sudah sangat terlambat," ujarnya penuh keprihatinan.

Menkes Budi juga memastikan bahwa obat cacing dan obat TBC tersedia secara gratis di puskesmas di seluruh Indonesia. Ia mendorong petugas kesehatan di daerah untuk lebih aktif dalam memberikan obat cacing dan melakukan surveilans TBC agar kasus serupa tidak terulang.

"Nah ini kesempatan kalau cek kesehatan gratis, itu ketahuan kalau ada cacing atau enggak oleh dokternya. Itu rajin-rajin aja diajar, terutama anak-anaknya. Kalau mereka ada gejala cacing, pasti ketahuan di cek kesehatan gratis tinggal minum obat 6 bulan sekali," pungkas Budi.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca