Prabowo Akui Pantau MBG Tiap Hari, Penerima Sudah Tembus 21 Juta Orang

news.fin.co.id - 27/08/2025, 07:00 WIB

Prabowo Akui Pantau MBG Tiap Hari,  Penerima Sudah Tembus 21 Juta Orang

Prabowo Akui Pantau MBG Tiap Hari, Penerima Sudah Tembus 21 Juta Orang

fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto mengaku terus memantau perkembangan program makan bergizi gratis (MBG) yang kini jumlah penerimanya telah menembus lebih dari 21 juta orang. Ia menegaskan, pemantauan dilakukan setiap hari agar dapat segera mengetahui apabila ada hambatan di lapangan.

"Tadi malam (25/8), saya mendapat laporan (penerima MBG) sudah melewati 21 juta. Jadi, saya monitor setiap hari, hari ini berapa, hari ini berapa, di mana ada masalah. Jadi, saudara-saudara we can do it," ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya pada peresmian Gedung Layanan Terpadu dan Institut Neurosains Nasional RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono di Jakarta, Selasa.

Dalam kesempatan itu, Prabowo kembali menyinggung program MBG untuk menegaskan bahwa Indonesia mampu melaksanakan program besar meski awalnya banyak pihak meragukan.

"Masalah Bangsa Indonesia adalah tadi itu, masalah tidak percaya diri. Waktu saya canangkan makan bergizi untuk semua anak-anak kita, banyak yang tidak percaya, banyak yang tidak setuju, dan kalau pun setuju mereka mengira ini akan mengambil waktu 5 sampai 10 tahun, dan beberapa negara membutuhkan waktu, 5—10 tahun," kata Prabowo.

Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri ketika dirinya bisa melaporkan langsung perkembangan program MBG kepada para wakil rakyat.

"Tetapi saya kemarin punya kebanggaan, saya bisa berdiri di depan wakil-wakil rakyat tanggal 15 Agustus, saya melaporkan makan bergizi sampai waktu itu ke 20.400.000 penerima manfaat," ungkap Presiden.

Lebih jauh, Prabowo menegaskan optimisme serupa dapat diterapkan untuk agenda penting lainnya, seperti mengatasi kekurangan tenaga medis. Ia menyebut, Indonesia masih membutuhkan tambahan 140.000 dokter umum serta 70.000 dokter spesialis.

Untuk menutup kekurangan tersebut, pemerintah menargetkan pembukaan 148 program studi spesialis dan subspesialis di 57 fakultas kedokteran, serta mendirikan 30 fakultas kedokteran baru di berbagai kampus pada tahun ini.

"Pertama will (kehendak, red.) dulu, harus! Di hati kita, kalau kita punya niat, Insya Allah kita akan mencapai itu. We have the resources, we have to manage our resources. Kita nanti, kita lihat," kata Presiden menutup sambutannya.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca