Bisik Disway . 01/09/2025, 10:45 WIB
Penulis : Khanif Lutfi | Editor : Khanif Lutfi
Terkait anggaran, Johan menilai perlu ada sinergi lintas kementerian untuk memastikan efektivitas program ini.
“Ketahanan pangan tidak bisa dikerjakan Kementerian Pertanian sendiri. Harus ada integrasi dengan Kementerian PUPR, Kementerian Desa. Juga pemerintah daerah. Bahkan kalau perlu, Bappenas dan Kemenkeu sejak awal menyusun kerangka pendanaannya secara terpadu,” jelasnya.
Johan menyatakan dirinya akan terus mengawal isu ini secara personal. Khususnya untuk memastikan petani di daerah tertinggal, kepulauan, dan kawasan rawan air seperti Nusa Tenggara Barat juga menjadi bagian dari prioritas pembangunan infrastruktur air nasional.
“Petani kecil di daerah kering itu bukan beban, tapi potensi. Asal ada air dan dukungan infrastruktur, mereka bisa jadi ujung tombak swasembada pangan kita,” pungkasnya.
Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Bendungan merupakan struktur buatan berupa urugan tanah, batu, atau beton yang dibangun di sungai dalam menahan dan menampung aliran air.
Dengan adanya bendungan dapat menyimpan air pada musim hujan agar digunakan saat musim kemarau dan juga irigasi.
Bendungan di Indonesia yang digunakan untuk irigasi sampai saat ini telah mengairi 328 Daerah Irigasi yang meliputi Sumatera dengan luas 122.458 Ha, Jawa seluas 193.608 Ha, Kalimantan dengan seluas 6.672 Ha, Bali dan Nusa Tenggara seluas 26.321 Ha, kemudian Sulawesi seluas 38.611 Ha dan Maluku seluas 5.899 Ha.
Dalam ketahanan pangan, pembangunan bendungan dan saluran irigasi memungkinkan petani tetap mendapatkan pasokan udara yang cukup pada musim kemarau.
Sehingga kebutuhan konsumsi masyarakat tetap terpebuhi bahkan panen dapat ditingkatkan hingga tiga kali lipat.
Pengamat Pertanian Dwi Andreas menjelaskan pentingnya bendungan ini.
"Sangat penting. Entah bendungan, waduk atau dam itu sangat penting, kalau memang betul tepat sasaran," ujar Dwi kepada Disway pada Kamis, 28 Agustus 2025.
Menurutnya tanaman, menjadi salah satu kunci penting adalah tata kelola air.
Guru Besar Fakultas Pertanian IPB ini menerangkan apabila air hujan yang dikelola bisa bermanfaat ketika kemarau dan dapat digunakan untuk pengairan. Yang terpenting mendukung program keahanan pangan nasional.
Terpisah Pengamat Tata Kota, Nirwono Yoga menjelaskan pembangunan bendungan harus diperbanyak.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media