Rumah Dijarah, Sri Mulyani Tegaskan Demokrasi Harus Dijalankan dengan Beradab

news.fin.co.id - 01/09/2025, 09:32 WIB

Rumah Dijarah, Sri Mulyani Tegaskan Demokrasi Harus Dijalankan dengan Beradab

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati

fin.co.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akhirnya memberikan pernyataan usai rumah pribadinya dijarah sekelompok orang pada Minggu, 31 Agustus 2025. Melalui unggahan di akun Instagram @smindrawati, ia menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan doa yang terus mengalir untuknya.

Dalam keterangannya, Sri Mulyani menegaskan bahwa membangun Indonesia bukanlah jalan yang mudah. Menurutnya, perjuangan ini penuh tantangan dan risiko, sebagaimana yang telah dialami para pendahulu bangsa.

“Saya memahami membangun Indonesia adalah sebuah perjuangan yang tidak mudah, terjal, dan sering berbahaya. Para pendahulu kita, telah melalui itu. Politik adalah perjuangan bersama untuk tujuan mulia kolektif bangsa, tetap dengan etika dan moralitas yang luhur,” tulis Sri Mulyani.

Ia juga menegaskan bahwa sebagai pejabat negara dirinya terikat sumpah untuk menjalankan UUD 1945 dan seluruh undang-undang yang berlaku. Menurutnya, setiap regulasi disusun melalui mekanisme demokrasi yang melibatkan pemerintah, DPR, DPD, serta partisipasi masyarakat.

Advertisement

“Apabila publik tidak puas dan hak konstitusi dilanggar UU - dapat dilakukan Judicial Review (sangat banyak) ke Mahkamah Konstitusi. Bila Pelaksanaan UU menyimpang dapat membawa perkara ke Pengadilan hingga ke Mahkamah Agung. Itu sistem demokrasi Indonesia yang beradab,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menekankan bahwa tugas negara harus dijalankan dengan amanah, integritas, serta profesionalisme, dan sama sekali tidak boleh ada ruang untuk korupsi. Ia menyebut tanggung jawab tersebut sebagai sebuah kehormatan sekaligus amanah yang berat.

Dalam unggahan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat luas, termasuk netizen, akademisi, pelaku usaha, hingga media massa yang terus memberikan kritik maupun dukungan.

“Terimakasih kepada seluruh masyarakat umum termasuk netizen, guru, dosen, mahasiswa, media masa, pelaku usaha UMKM, Koperasi, usaha besar, dan semua pemangku kepentingan yang terus menerus menyampaikan masukan, kritikan, sindiran bahkan makian, juga nasihat. Juga doa dan semangat untuk kami berbenah diri. Itu adalah bagian dari proses membangun Indonesia,” ucapnya.

Sri Mulyani kemudian mengajak seluruh pihak untuk menjaga persatuan dengan cara-cara yang beradab, bukan dengan anarki, fitnah, maupun kekerasan.

“Mari kita jaga dan bangun Indonesia bersama, tidak dengan merusak, membakar, menjarah, memfitnah, pecah belah, kebencian, kesombongan, dan melukai dan mengkhianati perasaan publik,” ujarnya.

Di akhir pesannya, Sri Mulyani memohon maaf apabila masih banyak kekurangan dalam pengabdian yang dijalankannya, sembari berharap Indonesia selalu mendapat perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa.

“Bismillah, kami perbaiki terus menerus. Semoga Allah SWT memberkahi dan melindungi Indonesia. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” tutupnya.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Penulis FIN.CO.ID