Gubernur Pramono Tangani Kelangkaan Beras Premium di Jakarta

news.fin.co.id - 03/09/2025, 18:15 WIB

Gubernur Pramono Tangani Kelangkaan Beras Premium di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo mengatakan, pihaknya tengah menangani masalah kelangkaan beras premium yang terjadi di Jakarta.

fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo mengatakan, pihaknya tengah menangani masalah kelangkaan beras premium yang terjadi di Ibu Kota. Kondisi ini dipicu oleh aksi panic buying usai terjadinya demonstrasi yang berujung ricuh.

"Kelangkaan beras-beras premium, ini memang sekarang sedang kita tangani," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 3 September 2025.

"Dan mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa di, karena ini kan begini, kemarin ada panik buying lah. Ada orang kemudian menimbun. Dan saya minta sekarang segera dinormalkan kembali," tambahnya.

Meski stok beras premium menipis, Pramono memastikan ketersediaan beras non-premium di pasaran masih aman. Ia juga menyebut kebutuhan pangan warga Jakarta, khususnya beras non-premium, tercukupi hingga akhir Oktober.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menambahkan bahwa naiknya harga gabah di tingkat petani turut memengaruhi menipisnya stok beras di pasaran.

“Jadi, memang secara pasokan juga agak berkurang. Masih banyak penjual beras atau distributor beras yang menghentikan kegiatannya,” ujarnya.

Ia juga menyinggung persoalan kasus beras oplosan yang menyeret BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya. Menurut Hasudungan, alat produksi milik Food Station masih disita Satgas Pangan Polri sebagai barang bukti, sehingga berpengaruh pada ketersediaan beras di pasaran.

"Jadi, itu dipicu juga kemarin masalah yang pengoplosan beras. Setahu saya, (alat produksi beras Food Station) belum (dikembalikan). Itu juga yang menyebabkan mungkin agak susah mencari beras,” katanya.

Kendati demikian, Hasudungan menegaskan stok pangan strategis di Jakarta secara umum dalam kondisi cukup, baik beras non-premium, daging, telur, minyak goreng, susu, maupun komoditas hortikultura.

“Jadi, masyarakat tidak perlu panic buying. Karena kami dari pemerintah DKI menjamin bahwa ketersediaan pangan kita itu cukup untuk 2 bulan kemudian. Dan stoknya juga memadai,” tegasnya.

Data DKPKP menunjukkan ketersediaan pangan di Jakarta saat ini meliputi: cabai merah keriting 61 ton, cabai merah 66 ton, cabai rawit merah 28 ton, cabai rawit hijau 20 ton, bawang merah 104 ton, bawang putih 61 ton, kentang 66 ton, tomat 44 ton, serta kelapa kupas dan semangka 174 ton.

(Cahyono)

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID