Korban Tewas Gempa Afghanistan Tembus 1.400 Jiwa, Taliban Minta Bantuan Dunia

news.fin.co.id - 03/09/2025, 08:00 WIB

Korban Tewas Gempa Afghanistan Tembus 1.400 Jiwa, Taliban Minta Bantuan Dunia

Gempa Afghanistan (X)

fin.co.id - Taliban mengajukan permohonan bantuan internasional setelah gempa bumi dahsyat mengguncang Afghanistan timur dan menewaskan lebih dari 1.400 orang serta melukai ribuan lainnya.

Tim penyelamat bekerja hingga larut malam mencari korban selamat usai gempa berkekuatan 6,0 magnitudo yang melanda Minggu lalu. Guncangan tersebut menghancurkan sejumlah desa di Provinsi Kunar, kawasan pegunungan Afghanistan timur yang berbatasan dengan Pakistan.

Banyak warga masih terjebak di bawah reruntuhan rumah-rumah dari lumpur dan batu. Namun, upaya penyelamatan terhambat medan curam, cuaca buruk, dan keterbatasan akses ke wilayah pedalaman. Gempa dangkal yang terjadi hanya enam mil di bawah permukaan itu dikenal berpotensi menimbulkan kerusakan parah.

Belum reda kepanikan akibat gempa pertama, guncangan susulan berkekuatan 5,5 magnitudo kembali mengguncang Afghanistan tenggara pada Selasa 2 Asgutus. Hal ini memicu kekhawatiran akan semakin bertambahnya korban dan kerusakan.

Advertisement

Menurut juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, sebelum gempa kedua jumlah korban tewas sudah mencapai 1.411 orang dan lebih dari 3.000 orang mengalami luka-luka. Pihak berwenang memperkirakan angka tersebut masih bisa bertambah karena banyak daerah belum dapat dijangkau tim penyelamat.

Desa Rata dengan Tanah, Warga Menangis di Tengah Reruntuhan

Tiga desa di Kunar dilaporkan rata dengan tanah. Desa Ghazi Abad di distrik Nurgal bahkan mengalami kehancuran total.

“Tidak ada satu pun ruang berdiri yang terlihat di desa ini. Buntut bencana menunjukkan bahwa kehidupan di sini berakhir hanya dalam hitungan detik,” ujar Abdullah, salah satu warga yang selamat.

Ia menyebut desa-desa sekitar juga bernasib serupa, seluruh rumah ambruk menjadi puing-puing. Warga kini bertahan tanpa makanan dan air bersih, sementara operasi penyelamatan masih minim.

Seorang penyintas lain menuturkan, “Kami membutuhkan ambulans, kami membutuhkan dokter, kami membutuhkan segalanya untuk menyelamatkan yang terluka dan mengevakuasi yang meninggal.”

Di Kunar, warga mengevakuasi jenazah dengan kain kafan putih dan menggelar doa sebelum pemakaman. Sementara itu, helikopter membawa korban luka ke rumah sakit terdekat.

Bantuan Terhambat Krisis dan Politik

Kementerian Kesehatan Afghanistan melalui juru bicaranya, Sharafat Zaman, menyerukan dukungan global.

Advertisement

“Kami membutuhkannya karena di sini banyak orang kehilangan nyawa dan rumah mereka,” katanya.

Namun, situasi diperparah oleh krisis ekonomi dan minimnya bantuan asing sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021. Kebijakan keras terhadap perempuan membuat pendanaan internasional semakin menyusut.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Penulis FIN.CO.ID