fin.co.id - Israel kembali meningkatkan eskalasi militernya di Jalur Gaza. Militer negara itu pada Selasa 2 September 2025, mengonfirmasi pengerahan 60 ribu tentara cadangan sebagai bagian dari rencana pendudukan Kota Gaza. Langkah ini menandai babak baru dalam perang yang sudah memasuki bulan ke-23.
Rencana tersebut bukan sekadar mobilisasi. Pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada 8 Agustus lalu telah menyetujui strategi pendudukan bertahap. Menurut laporan media publik Israel, KAN, strategi itu mencakup pemindahan paksa warga Palestina ke arah selatan, pengepungan wilayah Gaza, hingga serangan langsung ke kawasan pemukiman.
"Kami telah memulai manuver Gaza," kata Kepala Staf Eyal Zamir kepada para tentara cadangan di pangkalan Nachshonim, Israel tengah. Ia menegaskan, operasi yang sedang berlangsung di Gaza akan semakin diperluas dan intensif.
Militer Israel memastikan para pasukan cadangan dibekali senjata lengkap, perlengkapan pribadi, serta peralatan taktis. Mereka juga menjalani latihan tempur di medan perkotaan maupun terbuka, dengan tujuan "untuk meningkatkan kesiapan dalam misi-misi mendatang."
Harian Maariv melaporkan, latihan ini berlangsung tiga hingga empat hari sebelum para tentara ditugaskan menggantikan pasukan reguler di garis depan utara.
Mobilisasi besar-besaran ini dilakukan tak lama setelah Israel mendeklarasikan Kota Gaza sebagai "zona perang berbahaya". Langkah tersebut diikuti serangan udara intensif yang menewaskan banyak warga sipil dan meratakan infrastruktur penting.
Di sisi lain, Kantor Media Pemerintah Gaza menuduh militer Israel menggunakan robot bermuatan peledak dan menerapkan strategi "bumi hanguskan".
Sejak Oktober 2023, lebih dari 63.600 warga Palestina kehilangan nyawa akibat serangan Israel. Gaza kini berada di ambang kehancuran total dengan ancaman kelaparan massal.
Situasi ini juga menyeret Israel ke meja hukum internasional. Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan. Israel pun menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional terkait agresinya di Jalur Gaza.
Zionis Israel Kerahkan 60 Ribu Pasukan untuk Caplok Kota Gaza
news.fin.co.id - 03/09/2025, 10:30 WIB
Tim Redaksi
Perang Israel-Hamas terus berlarut di Gaza