Bisik Disway . 08/09/2025, 08:28 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
- Meningkatkan indeks ketahanan pangan nasional secara signifikan.
Program ini juga terintegrasi dengan berbagai inisiatif pemerintah lainnya. Seperti program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), pendistribusian bansos pangan, hingga program peningkatan produksi di sektor pertanian.
Dampak Gerakan Pangan Murah telah dirasakan secara langsung oleh masyarakat di berbagai penjuru Indonesia.
Di Jawa Barat misalnya. GPM berhasil menekan harga beras hingga 15% di beberapa pasar. Terutama saat terjadi lonjakan harga global. Ibu-ibu rumah tangga tidak lagi khawatir dengan membengkaknya anggaran belanja dapur. Mereka bisa mengalokasikan sisa uang untuk kebutuhan lain atau menabung.
Di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang seringkali menghadapi tantangan logistik dan harga yang tinggi, GPM membawa komoditas strategis. Seperti minyak goreng dan gula dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Di Sulawesi Selatan, GPM tidak hanya membantu konsumen. Tetapi juga petani. Pemerintah melalui BULOG menyerap hasil panen petani dengan harga yang layak, kemudian mendistribusikannya kembali ke masyarakat.
Bahkan di Papua, yang memiliki tantangan geografis dan infrastruktur, GPM tetap berupaya hadir.
Dengan dukungan transportasi khusus, pangan murah dapat menjangkau masyarakat adat di pegunungan maupun pesisir. BACA LANJUT KLIK DI DINI
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media