fin.co.id - Rabu, 3 September 2025, menjadi hari kelabu bagi puluhan keluarga di Asrama Polisi Sektor Serpong. Si jago merah mengamuk, melahap puluhan rumah dalam kebakaran dahsyat yang menyisakan puing dan air mata. Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) turun tangan, meski luka mendalam telah tergores di hati para korban.
Kobaran api yang membesar dengan cepat membuat panik warga asrama. Dalam hitungan menit, rumah-rumah yang menjadi tempat bernaung selama ini berubah menjadi lautan api. Teriakan histeris dan tangisan pilu masih mewarnai kejadian tragis ini.
Tim medis dari Dinas Kesehatan Kota Tangsel yang masih berada di lokasi, membawa harapan di tengah keputusasaan. Suster Dian, dengan mata yang menyiratkan kepedulian, memimpin timnya memberikan pertolongan kepada para korban yang mengalami syok dan trauma.
"Kami membawa semua perbekalan yang dibutuhkan, sesuai arahan dari Kepala Dinas Kesehatan," ujarnya dengan suara bergetar. "Prioritas kami adalah memastikan kesehatan para korban, terutama mereka yang mengalami tekanan darah tinggi dan trauma psikologis," imbuhnya.
Aula Kecamatan Serpong disulap menjadi tempat pengungsian sementara, tempat para korban dapat beristirahat dan mendapatkan dukungan. Namun, bayang-bayang api masih menghantui mereka, mengingatkan akan kehilangan yang tak ternilai harganya.
Kebakaran ini bukan hanya sekadar bencana, tetapi juga tragedi kemanusiaan yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan dari semua pihak. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, para korban berharap mereka dapat segera bangkit dari keterpurukan.